Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Hadiah Proyek PUPR, Cak Imin Beri Kesaksian di KPK

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjadi saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi tersangka Hong Arta selaku penerima hadiah  proyek di  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016, Rabu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  11:50 WIB
Muhaimin Iskandar hari ini memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemberian hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016 - Antara
Muhaimin Iskandar hari ini memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemberian hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016 - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Cak Imin alias Muhaimin Iskandar hari ini menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi.

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjadi saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi tersangka Hong Arta selaku penerima hadiah  proyek di  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016, Rabu.

Cak Imin tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.10 WIB menggunakan jaket dan baju putih.

Saat ditanya wartawan Cak Imin tidak mau berkomentar malah bertanya balik kabar para awak media.

"Halo kamu apa kabar," kata Cak Imin pada salah seorang kru televisi yang menyapa.

Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB ini tidak menjawab saat ditanya dalam agenda apa dia ke KPK.

"Nanti aja yah.." kata Cak Imin sambil berlalu.

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya memanggil Cak Imin sebagai saksi tersangka Hong Arta (HA), tersangka  tindak pidana korupsi selaku penerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR tahun anggaran 2016.

"A. Muhaimin Iskandar sebagi saksi terhadap HA tersangka pidana korupsi penerima hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat TA 2016," kata Ali.

Cak Imin pernah dipanggil KPK pada 19 November 2019 terkait kasus yang sama, tapi yang bersangkutan tidak hadir.

Hong Arta sebagai Direktur Utama PT Sharleen Raya diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek PUPR seperti Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar yang dilakukan pada pertengahan 2015.

Beberapa menit setelah Cak Imin masuk ke dalam gedung KPK, Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Hanif Dhakiri keluar dari gedung KPK tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK muhaimin iskandar

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top