Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penipuan First Travel : 1.000 Jemaah Diberangkatkan Gratis, Ini Syaratnya

Penyelenggara juga meminta surat keterangan dari pihak keluarga agar tidak adanya tuntutan di kemudian hari.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  17:29 WIB
Penipuan First Travel : 1.000 Jemaah Diberangkatkan Gratis, Ini Syaratnya
Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu) Fuad Hasan Masyhur (ketiga kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. - Bisnis/Rayful Mudassir
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah akan memberangkatkan 1.000 korban penipuan oleh layanan perjalanan ibadah, First Travel secara gratis pada 2020. Namun para peserta harus memenuhi sejumlah syarat.

Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU) Fuad Hasan Masyhur mengatakan para pengusaha travel haji dan umrah bersepakat untuk memberangkatkan para jemaah umrah korban First Travel yang tinggal di Jabodetabek.

"Ada niat kami yang akan dilaksanakan gerakan sosial dan moral untuk bisa memberangkatkan jemaah yang ditelantarkan oleh satu biro yang tidak bertanggung jawab," katanya di Kantor Wakil Presiden, Senin (27/1/2020).

Akan tetapi para anggota forum menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Beberapa diantaranya adalah usia sudah 65 tahun pada 2015. Artinya tahun ini sudah berusia 70 tahun. Selain itu, ekonomi calon umrah juga mesti kalangan ekonomi lemah.

Adapun keberangkatan pertama sudah berlangsung pada 1 Januari 2020. Dari keberangkatan tersebut seorang meninggal dunia di Madinah. Sementara itu, keberangkatan kedua direncanakan 30 Januari 2020. 

Untuk mengantisipasi adanya tuntutan dari pihak keluarga apabila peserta umrah meninggal di Arab Saudi, penyelenggara juga meminta surat keterangan dari pihak keluarga agar tidak adanya tuntutan di kemudian hari.

"Semaksimal mungkin kami memberangkatkan orang yang tidak mampu. Kami meminta maaf pada masyarakat yang golongan ekonominya baik kami belum bisa membantu," ujarnya.

Dia menyebut para korban First Travel di Jabodetabek dapat mengunjungi Sekretariat Forum Sathu serta memberikan bukti sebagai korban First Travel. Setelah itu penyelenggara akan mengunjungi rumah calon umrah untuk diverifikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umrah First Travel
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top