Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMKG : Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi Sepekan ke Depan

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Januari 2020  |  10:12 WIB
Hujan lebat disertai petir melanda kawasan kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). - ANTARA/Dedhez Anggara
Hujan lebat disertai petir melanda kawasan kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). - ANTARA/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi di Indonesia hingga sepekan ke depan.

"Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan," terang Deputi bidang Meteorologi BMKG R. Mulyono R. Prabowo dalam keterangan resmi, seperti dilansir Antara, Minggu (5/1/2020).

Analisis tersebut memperlihatkan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS). Hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas monsun Asia, yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Selain itu, peningkatan pola tekanan rendah di BBS sekitar Australia dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan khatulistiwa.

Meningkatnya potensi pembentukan awan hujan secara cukup signifikan di wilayah Indonesia juga didasarkan pada prediksi mulai aktifnya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan.

Mengacu kepada berbagai analisis tersebut, potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang diperkirakan dapat terjadi di beberapa daerah.

Menurut perkiraan BMKG, pada periode 5-8 Januari 2020, kondisi ini berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatra Selatan (Sumsel), Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), DI Yogyakarta, Jawa Timur (Jatim), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), Gorontalo, Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Untuk periode 9-12 Januari 2020, kondisi yang sama terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Sumatra Barat (Sumbar), Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim,  NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Gorontalo, Sulut, Sulteng, Sulawesi Barat (Sulbar), Sulsel, Sultra, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

BMKG juga mengumumkan adanya potensi ketinggian gelombang laut di atas 2,5 meter di beberapa wilayah, antara lain Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, perairan utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, perairan selatan Jawa Barat hingga Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, perairan Pulau Sawu-Rote, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTT, Laut Banda, perairan Kepulauan Kai-Aru, Laut Sulawesi bagian timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG Cuaca Indonesia

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top