Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMKG: Siklus Hujan Ekstrim kian Memendek Jadi 5 Tahunan

Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya pada pergantian tahun baru menyebabkan banjir. Bukan hanya membuat lumpuh aktivitas, bencana juga memakan korban jiwa.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 03 Januari 2020  |  16:05 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan paparan dalam Refleksi Bencana 2019 dan Proyeksi Bencana 2020 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (30/12/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan paparan dalam Refleksi Bencana 2019 dan Proyeksi Bencana 2020 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (30/12/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya pada pergantian tahun baru menyebabkan banjir. Bukan hanya membuat lumpuh aktivitas, bencana juga memakan korban jiwa.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa hujan intensitas esktrim ada siklusnya.

“Tapi tampaknya siklus itu semakin memendek yang biasanya 10 tahunan, 20 tahunan menjadi datang hanya dalam waktu 5 tahun atau kurang,” katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Dwi menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi faktor besar dalam mempercepat siklus tersebut. Oleh karena itu, lingkungan harus dijaga.

“Kita memang perlu beradaptasi menyesuaikan mitigasi. Pelajaran penting bagi kami adalah menyampaikan peringatan dini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya siap menjalankan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama pemicu bencana banjir di DKI Jakarta. Ini harus diperhatikan betul.

“Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan tujuan mampu mergurangi intensitas curah hujan di wiayah Jakarta. Dengan demikan, resiko terjadinya dampak banjir yang semakin meluas di DKI Jakarta dan sekitarnya pun dapat semakin ditekan,” katanya.

Hammam menjelaskan bahwa TMC adalah solusi teknologi untuk meminimalisir banjir di Jabodetabek. Dengan menyebar curah hujan, ini membuat intensitas turun di Ibu Kota dan sekitarnya akan berkurang.

“Upaya ini dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti di Selat Sunda dan Laut Jawa,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG cuaca ekstrem
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top