Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tunangan Jamal Khashoggi Tak Puas dengan Vonis Pengadilan Arab Saudi

Sikap Hatice Cengiz berbeda dengan yang diperlihatkan oleh Salah Khashoggi, putra Jamal Khashoggi.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  12:13 WIB
Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, menghadiri sebuah konferensi pers di Brussels, Belgia pada Selasa (3/12/2019). - Reuters/Francois Lenoir
Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, menghadiri sebuah konferensi pers di Brussels, Belgia pada Selasa (3/12/2019). - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA — Hukuman mati yang dijatuhkan kepada lima terdakwa pembunuh Jamal Khashoggi tak memuaskan bagi Hatice Cengiz, tunangan kolumnis The Washington Post itu.

Seperti dilansir dari Reuters pada Kamis (26/12/2019), Cengiz menegaskan tak bisa menerima vonis pengadilan Arab Saudi yang dinilainya justru diambil untuk menyembunyikan kebenaran. Dia mengatakan pengadilan tidak menjelaskan mengapa para terdakwa membunuh Khashoggi karena persidangan dilakukan secara tertutup.

"Jika orang-orang ini dieksekusi tanpa ada kesempatan untuk berbicara atau menjelaskan diri mereka, kita mungkin tidak akan pernah tahu kebenaran di balik pembunuhan ini," papar Cengiz.

Dia pun meminta para pemimpin dunia untuk mengutuk putusan yang diambil dan segera mencegah eksekusi yang akan dilakukan.

"Karena ini hanya akan menjadi langkah selanjutnya dari upaya menyembunyikan kebenaran," ucap Cengiz.

Dari 11 orang yang didakwa bersalah dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, 5 di antaranya dihukum mati. Adapun 3 lainnya dipenjara dengan total hukuman 24 tahun dan lainnya dibebaskan.

Sikap Cengiz berbeda dengan yang diperlihatkan oleh Salah Khashoggi, putra Jamal Khashoggi. Melalui akun Twitter-nya, dia menuturkan keadilan telah diberikan kepada anak-anak Jamal Khashoggi.

"Keadilan proses peradilan didasarkan atas dua prinsip, keadilan dan penyelidikan yang cepat," ucap Khashoggi melalui akun Twitter-nya, seperti dilansir dari channelnewsasia.com, Kamis (26/12/2019).

Dia juga menegaskan kembali keyakinannya terhadap sistem peradilan di Arab Saudi.

Salah Khashoggi memang pernah menyampaikan keyakinannya atas sistem peradilan di kerajaan di Timur Tengah itu dan mengkritik pihak-pihak yang dinilainya ingin mengeksploitasi kasus ayahnya.

Pada April 2019, The Washington Post melaporkan bahwa anak-anak Jamal Khashoggi, termasuk Salah, menerima rumah bernilai jutaan dolar AS dan dibayar ribuan dolar AS per bulan oleh otoritas Arab Saudi. Hal itu dibantah oleh Salah, yang mengklaim tidak ada kesepakatan finansial dengan Pemerintah Arab Saudi.

Seperti diketahui, Jamal Khashoggi dibunuh di dalam Kedutaan Besar Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018. Pemerintah Turki menyebutkan ada 15 agen yang dikirim Riyadh untuk pembunuhan tersebut.

Sebelum dibunuh, Jamal Khashoggi dikenal kerap memberikan kritik keras terhadap pemerintah negaranya. Hingga kini, jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Sementara itu, CIA dan utusan khusus PBB telah menyampaikan ada kaitan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dengan pembunuhan tersebut. Hal ini dibantah keras oleh Pemerintah Arab Saudi.

Usai vonis pengadilan disampaikan pada Senin (23/12), sumber Reuters yang dekat dengan intelijen AS mengungkapkan lembaga Pemerintah AS menolak validitas proses persidangan dan para ahli CIA masih meyakini MBS memerintahkan langsung, atau setidaknya menyetujui, pembunuhan ini.

Sumber itu juga mengemukakan 5 orang yang dihukum mati hanyalah kaki tangan dalam pembunuhan itu, sedangkan 2 petugas keamanan senior lainnya justru memainkan peran yang lebih signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jamal Khashoggi arab saudi

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top