Mata Tertembak Saat Liput Demo Hong Kong, Jurnalis Indonesia Tuntut Keadilan

Jurnalis asal Indonesia, Veby Mega Indah, menuntut pertanggungjawaban kepolisian Hong Kong atas insiden yang menimpa dirinya. Mata kanan Veby tertembak oleh peluru karet aparat kepolisian Hong Kong saat meliput demo di Hong Kong 2 bulan lalu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:24 WIB
Mata Tertembak Saat Liput Demo Hong Kong, Jurnalis Indonesia Tuntut Keadilan
Seorang pemrotes RUU anti-ekstradisi menutupi matanya dengan kain kasa selama demonstrasi setelah seorang wanita ditembak di mata saat protes di Bandara Internasional Hong Kong, di Hong Kong, China 12 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -Jurnalis asal Indonesia, Veby Mega Indah, menuntut pertanggungjawaban kepolisian Hong Kong atas insiden yang menimpa dirinya. Mata kanan Veby tertembak oleh peluru karet aparat kepolisian Hong Kong saat meliput demo di Hong Kong dua bulan lalu.

Akibat insiden tersebut, salah satu mata Veby mengalami kebutaan permanen dan menimbulkan trauma berkepanjangan.

Veby bekerja sebagai editor untuk Suara Hong Kong News, surat kabar yang populer di kalangan buruh migran asal Indonesia di Hong Kong. Saat insiden penembakan, Veby tengah meliput aksi demonstrasi bersama jurnalis lainnya dari atas jembatan penyeberangan. Dia yakin bahwa dirinya tertembak peluru karet.

“Aku merasa seperti tidak tahan lagi. Saya pikir ini akan menjadi akhir saya, "katanya seperti dilaporkan Reuters, Selasa (10/12/2019).

Ia ingat saat itu mendengar sesama jurnalis di belakangnya berteriak, “Kami adalah jurnalis, berhenti menembaki kami!”

Veby dan kuasa hukumnya mengatakan bahwa mereka telah mengajukan tuntutan hukum terhadap kepolisian setempat meminta untuk mengungkapkan nama petugas yang terlibat dalam insiden tersebut sehingga mereka dapat melanjutkan kasus perdata. Namun sejauh ini tuntutan merek belum mendapatkan jawaban.

Terkait hal ini, kepolisian Hong Kong tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Sementara itu, sembari mencari keadilan, Veby berupaya untuk membiasakan diri melihat dengan satu mata. Ia juga mengaku masih dihantui oleh insiden penembakan itu.

"Ketika saya berada di rumah sakit, saya kerap terbangun karena beberapa bayangan (terus) muncul kembali, peluru terus datang dan kembali ke mata kanan saya," katanya, sambil menahan air mata.

Hingga saat ini, Veby belum dapat kembali bekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo Hong Kong

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top