Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demokrat : Presiden Memegang Pedang Antikorupsi

Memaknai peringatan hari antikorupsi internasional yang jatuh hari ini, Senin (9/12/2019), Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan bahwa pemberantasan rasuah ada di tangan Presiden.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  16:52 WIB
Seniman asal Aceh, Rasyidin Wig Maroe menampilkan pertunjukan pantomim di hadapan siswa SD Negeri Mojosongo VI Solo, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019). Aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tersebut untuk mengedukasi siswa sekolah dasar agar menolak budaya korupsi - ANTARA FOTO/Maulana Surya
Seniman asal Aceh, Rasyidin Wig Maroe menampilkan pertunjukan pantomim di hadapan siswa SD Negeri Mojosongo VI Solo, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019). Aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tersebut untuk mengedukasi siswa sekolah dasar agar menolak budaya korupsi - ANTARA FOTO/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA – Memaknai peringatan hari antikorupsi internasional yang jatuh hari ini, Senin (9/12/2019), Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan bahwa pemberantasan rasuah ada di tangan Presiden.

Menurutnya, korupsi tidak bisa lepas dari keinginan politik kepala negara. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo berperan sangat penting dalam pemberantasan korupsi ini.

“Presiden harus mampu menjadi panglima. Pemegang pedang antikorupsi dalam memberantas segala bentuk korupsi di negeri ini kalau kita ingin Indonesia bisa bersih dan bebas korupsi,” katanya melalui pesan instan.

Didik menjelaskan bahwa tidak mudah dan bukan upaya sederhana dalam hal memerangi korupsi. Butuh kerja ekstra dan sinergi yang utuh dari seluruh komponen bangsa.

Butuh pula terobosan baru yang lebih progresif. Alasannya, penindakan korupsi yang masifpun belum mampu menahan laju pertumbuhan korupsi.

“Sudah saatnya segenap aparatur penegak hukum dan pemerintah duduk bersama untuk mereformulasi blue print pemberantasan korupsi menjadi satu rumusan blue print yang bisa dipedomani bersama,” jelasnya.

Didik menyarankan agar efektifitas pemberantasan korupsi bisa terukur dan efektif. Perlu adanya kehendak dan tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas korupsi pada periode tahun tertentu.

“Dengan blue print bersama, saya berharap para penegak hukum dan pemerintah, khususnya Presiden berani menargetkan kapan Indonesia bisa bersih dan bebas korupsi. Dengan target itu, selain penindakan terus dijalankan, membangun sistem dan tata kelola keuangan negara yang baik dan terintegrasi akan mampu menahan laju korupsi yang semakin masif,” ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat antikorupsi
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top