Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Oleh-oleh Khas Dumai, Keripik Pedas Ika Habiskan 1,5 Ton Ubi Kayu Sehari

Dalam sehari, keripik pedas Ika bisa terjual sampai 700 bungkus, ukuran 350 gram dan dibanderol seharga Rp10.000 per bungkus.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 November 2019  |  15:18 WIB
Produk Keripik Pedas Ika. BISNIS - Himawan L. Nugraha
Produk Keripik Pedas Ika. BISNIS - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, PEKANBARU - Saat singgah di kota pelabuhan Dumai, ada oleh-oleh khas yang banyak dijajakan oleh masyarakat setempat. Salah satunya keripik pedas Ika.

Untuk mendapatkan keripik ini sangat mudah. Bila sedang berada di pusat kota, bisa mendatangi kios para pedagang keripik yang berjejer di Jalan Diponegoro ujung atau Jalan Pasar Pulau Payung, Kecamatan Dumai Kota.

Namun, kalau ingin langsung datang ke tempat produksinya, anda dapat menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota, ke kios Keripik Pedas Ika, di Jalan Raja Ali Haji, Kecamatan Dumai Barat.

Andika, karyawan keripik Ika, menjelaskan usaha oleh-oleh itu mulai dibuka sejak 2003 silam, dan hanya menjual keripik pedas saja.

"Sekarang Alhamdulillah sudah ada banyak jenis yang kami jual tidak hanya keripik ubi, ada juga keripik kentang, kacang goreng, rengginang, dan lainnya total ada belasan lah," ujarnya kepada tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019, Minggu (24/11/2019) malam.

Karyawan merapikan dagangan di toko keripik Pedas Ika, Dumai, Minggu (24/11). BISNIS/Himawan L Nugraha

Andika menyatakan permintaan keripik Ika terus meningkat, dan untuk memenuhi hal itu saat ini produksi keripik dikerjakan mulai dari tahap awal sampai pengemasan, oleh sekitar 20 karyawan termasuk dirinya.

Dalam sehari, keripik pedas Ika bisa terjual sampai 700 bungkus, ukuran 350 gram dan dibanderol seharga Rp10.000 per bungkus.

Untuk membuat keripik pedas ini, dalam sehari pihaknya menghabiskan sekitar 1,5 ton ubi kayu. Tahapan produksi dimulai dengan mengupas kulit ubi kayu, kemudian dipotong dengan mesin ketam ubi.

Setelah itu potongan ubi dicuci bersih dan dimasak dengan memakai tungku api, bahan bakarnya kayu. Usai matang, ubi yang telah digoreng kemudian akan dicampur dengan bumbu khusus dan cabai yang sebelumnya sudah disiapkan.

Saat ini pembeli keripik Ika, datang dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya daerah terdekat seperti Pekanbaru, Medan, Padang, dan Jambi. "Tapi sekarang kami juga sudah kirim sampai ke Jawa, dan ke negara Malaysia, karena ada langganan kami tinggal di sana," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya tol pekanbaru-dumai Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Sumber :

Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top