Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Radikalisme di Kalangan Muda, Simac Ajak Santri Bangun Ekonomi Keumatan

Isu penyebaran paham radikalisme dan aksi terorisme ini tak jarang melibatkan anak-anak muda potensial sehingga menjadi problem tersendiri bagi generasi muda khususnya geransi muda Islam di Indonesia.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 25 November 2019  |  01:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Santri Millenial Center (SIMAC) berkomitmen untuk terus membuat terobosan dan mengoptimalkan potensi ekonomi para santri dan pesantren di seluruh Indonesia melalui penguatan ekonomi keumatan guna mencegah isu penyebaran paham radikalisme dan aksi terorisme di kalangan generasi muda.

Pasalnya, isu penyebaran paham radikalisme dan aksi terorisme ini tak jarang melibatkan anak-anak muda potensial sehingga menjadi problem tersendiri bagi generasi muda khususnya geransi muda Islam di Indonesia.

Presiden Direktur SIMAC, Gus Rahman mengatakan peran umat dan pesantren dalam membangun ekonomi bangsa sangat dibutuhkan di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih mengalami berbagai tantangan.

"Kami ingin dapat mengoptimalkan implementasi Arus Baru Ekonomi Indonesia bagi kaum muda dan santri, termasuk pelaku usaha rakyat seperti petani, nelayan dan UMKM di seluruh Indonesia. Agar tidak terpengaruh pada isu-isu radikalisme," ujarnya, Minggu (25/11/2019).

Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan Gerakan sejuta Gus Iwan (Santri Bagus Gemar Ngaji dan Usahawan) sebagai buah komitmen Wakil Presiden RI, Kyai Ma’ruf Amin dalam mencetak generasi tangguh yang Islami dengan menciptakan produk halal dan tidak ada riba.

"Gus Iwan ini merupakan sosok pemuda zaman now, pemuda millenial yang punya jiwa patriotisme dan kemandirian dalam usaha. Indonesia akan menuju era keemasan dan akan dimotori oleh anak-anak muda yang terpanggil jiwa raganya demi bangsa Indonesia,”ujar Nur Rohman.

Salah satu wujud Implementasi Gagasan Arus Ekonomi Baru ini adalah kehadiran usaha Kedai Kopi Abah di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Banten, Bogor, Cirebon, Bandung,Kuningan, Banjar,Garut, Bali dan berbagai daerah lain di Indonesia.

“ Kopi Abah sebagai pilihan untuk membuka usaha ditengah kecenderungan masyarakat Indonesia yang semakin menggandrungi kopi. Ini sekaligus menjadi peluang untuk menumbuhkan semangat berwirausaha dan memperkuat ekonomi keumatan,” kata Gus Rahman lagi.

Untuk diketahui, sejumlah tokoh hadir dalam Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 yang diadakan di Jakarta, mulai 22-26 November 2019. Forum ini merupakan agenda pertemuan para pemuda muslim dari negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) .

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama, Fachrul Razi dan dihadiri para tokoh nasional antara lain, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Dharma Pongrekun, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bursah Zarnubi dan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev hingga Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Amany Lubis.

Hadir pula para tokoh penggerak ekonomi dan entrepreneurship nasional seperti Snadiaga Uno (CEO OKE OCE), Jose Rizal (Chairman of Indonesia Bumiputera Entrepreneurs Association), M. Hanafiah (Asdep Kementerian Koperasi dan UKM RI), Gus Rahman (Presdir SIMAC serta sejumlah entrepreneurs lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesantren radikalisme
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top