Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat Nilai 5 Kebijakan Nadiem Makarim Tak Spesifik

Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen menanggapi lima kebijakan yang akan dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 19 November 2019  |  08:00 WIB
Mendikbud dan Dikti Nadiem Makarim memimpin rapat pertama dengan eselon 1 dan 2 Kemendikbud, Kamis (24/10/2019). - Twitter @Kemdikbud_RI
Mendikbud dan Dikti Nadiem Makarim memimpin rapat pertama dengan eselon 1 dan 2 Kemendikbud, Kamis (24/10/2019). - Twitter @Kemdikbud_RI

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen menanggapi lima kebijakan yang akan dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Menurut Abduh, lima kebijakan Nadiem Makarim tersebut masih bersifat umum.

"Belum menunjukkan sesuatu yang spesifik," kata Abduh pada Senin malam (18/11/2019).

Lima kebijakan Nadiem  diungkapkan Kepala BKLM Ade Erlangga dalam acara Fasilitasi Hubungan Kehumasan Kemendikbud di Kuta, Bali,  pada Kamis (14/11/2019).

Kebijakan tersebut pertama, prioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila. Kedua, potong semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi.

Ketiga, kebijakan pemerintah harus kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan.

Keempat, semua kegiatan pemerintah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendekatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru dan inovatif.

Kelima, memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk pembelajaran.

Abduh menuturkan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila sudah dijalankan sejak 2010. Pada menteri sebelumnya, Muhadjir Effendy, diterapkan dalam bentuk PPK (Penguatan Pendidikan Karakter).

"Tapi, hasilnya tak begitu tampak. Kami menunggu seperti apa implementasinya, belum jelas arahnya."

Mengenai deregulasi, menurut dia, memiliki arah yang jelas namun masih ada persoalan model dalam peningkatan investasi, terutama dari swasta.

Abduh, yang juga Advisor Paramadina Institute for Education Reform (PIER), sepakat dengan kebijakan Nadiem Makarim yang keempat. Sedangkan kebijakan kelima, dia berpendapat, teknologi harus mengefektifkan pencapaian objektif-objektif operasi pendidikan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendikbud Nadiem Makarim

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top