Erick, Nadiem, Wishnutama Dinilai belum Cocok Jadi Menteri

Erick Thohir, Nadiem Makarim, Wishnutama Kusubandio dinilai belum cocok untuk menduduki kursi menteri di Kabinet Jokowi.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  14:54 WIB
Erick, Nadiem, Wishnutama Dinilai belum Cocok Jadi Menteri
Salah satu pendiri yang juga CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Bisnis.com, Jakarta - Erick Thohir, Nadiem Makarim, Wishnutama Kusubandio dinilai belum cocok untuk menduduki kursi menteri di Kabinet Jokowi.

Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke istana. Pemanggilan tersebut terkait dengan posisi menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Nama-nama yang dipanggil antara lain, Pengusaha Erick Thohir, Nadiem Makarim, Wishnutama Kusubandio, Mantan Ketua Mahkamah Konsititusi Mahfud MD, Bupati Minahasa Tetty Paruntu, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto, dan Pratikno.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio berkomentar soal pemanggilan tersebut. Ia enggan berspekulasi posisi mana yang akan diduduki tokoh-tokoh yang dipanggil ke istana itu.

Namun, menurutnya nama Erick, Nadiem, dan Wisnutama masih belum cocok untuk menjadi menteri. Mereka, kata Agus, kebanyakan bakal mengisi posisi Wakil Menteri.

"Menurut saya kebanyakan wakil menteri karena masih muda-muda," katanya kepada Bisnis, Senin (21/10/2019).

Menurutnya Erick, Nadiem, dan Wisnutama masih belum memiliki cukup pengalaman dalam mengurus birokrasi. Mereka memang cukup pandai dalam mengurus bisnis, namun, menurut Agus hal itu berbeda dengan birokrasi.

"Memang dia punya pengalaman di birokrasi kan enggak, birokrasi kan berbeda," katanya.

Di sisi lain, menurut Agus, Mahfud MD adalah sosok yang paling cocok mengisi kursi menteri. Hal itu lantaran pengalamannya yang sudah cukup panjang.

"Kalau Pak Mahfud sudah apa saja bisa, senior sudah," katanya.

Sementara itu, terkait Tetty, Agus meminta agar Jokowi terlebih dahulu melihat rekam jejaknya terlebih dahulu. Diketahui Tetty pernah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap yang menjerat Mantan Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

"Dilihat rekam jejaknya dulu lah bisa menyulitkan kalau enggak. Apa betul mau pakai itu kan itu track recordnya ada," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi, kabinet kerja, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top