Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Video Pemenggalan Jokowi, Terdakwa Ina Yuniarti Bebas

Terdakwa penyebar video ancaman pemenggalan kepala Presiden Jokowi, Ina Yuniarti, dianggap hanya ingin menyampaikan informasi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  05:42 WIB
Terdakwa kasus ujaran kebencian Ina Yuniarti memeluk putrinya seusai menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). Majelis Hakim memvonis bebas Ina Yuniarti karena tidak terbukti menyebarkan video dengan konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo yang direkam saat mengikuti unjuk rasa 21-22 Mei 2019 di depan gedung Bawaslu. - Antara/Dhemas Reviyanto
Terdakwa kasus ujaran kebencian Ina Yuniarti memeluk putrinya seusai menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). Majelis Hakim memvonis bebas Ina Yuniarti karena tidak terbukti menyebarkan video dengan konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo yang direkam saat mengikuti unjuk rasa 21-22 Mei 2019 di depan gedung Bawaslu. - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Terdakwa penyebar video ancaman pemenggalan kepala Presiden Jokowi, Ina Yuniarti, dianggap hanya ingin menyampaikan informasi ihwal unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat pada 10 Mei

2019. Hal itu yang menjadi salah satu pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Pusat memvonis bebas Ina dalam sidang yang berlangsung, Senin (14/10/2019).

"Terdakwa tidak memiliki motivasi, hanya ingin memberitahukan kepada teman-teman," kata Hakim Ketua Tuty Haryati saat membacakan putusan.

Majelis hakim memvonis Ina tak bersalah karena menilai dakwaan jaksa tak terbukti dalam persidangan. Jaksa sendiri menuding Ina melanggar Pasal 27 ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena menyebarkan video seorang lelaki melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Jokowi.

Menurut majelis hakim, tidak ada informasi dalam fakta persidangan yang membuktikan Ina melakukan unsur pemerasan atau ancaman seperti yang tertuang dalam Pasal 27 ayat 4 Undang-Undang ITE.

"Majelis berkesimpulan tidak ada fakta persidangan terdakwa melakukan perbuatan terkait unsur pemerasan atau ancaman yang bersifat materiil," ucap dia.

Kasus ini bermula ketika Ina mengikuti demonstrasi di depan Gedung Bawaslu pada 10 Mei lalu. Saat Ina sedang mengabadikan demonstrasi tersebut seorang pemuda melontarkan ancaman tersebut. Video itu sempat viral dan berdasarkan penyidikan polisi, pemuda itu bernama Hermawan Susanto.

"Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah," ucap Hermawan Susanto.

Ina mengaku baru bertemu dengan Hermawan saat demonstrasi itu. "Memang tidak sengaja (bertemu Hermawan). Saya tidak kenal. Saya hanya mewakili kawan-kawan saya," ucap Ina kepada wartawan usai sidang.

Hermawan Susanto sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, namun hingga saat ini persidangan untuk pria yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Ujaran Kebencian

Sumber : Tempo.co

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top