5 Terpopuler Nasional, Aparat Harus Waspadai Lone Wolf Jelang Pelantikan Presiden dan Kutukan Bayangi Jokowi di Periode Kedua

Aparat Kepolisian diminta mewaspadai para lone wolf yang berpotensi melancarkan aksi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pekan depan menjadi berita terpopuler di kanal Nasional Bisnis.com pada hari Selasa (15/10/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  18:45 WIB
5 Terpopuler Nasional, Aparat Harus Waspadai Lone Wolf Jelang Pelantikan Presiden dan Kutukan Bayangi Jokowi di Periode Kedua
Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. - Antara

1. Pengamat Intelijen: Jelang Pelantikan Presiden Aparat Harus Waspadai Lone Wolf

Aparat Kepolisian diminta mewaspadai para lone wolf atau pemain tunggal yang berpotensi melancarkan aksi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pekan depan.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mewanti-wanti agar aparat Kepolisian mewaspadai para lone wolf yang bisa saja melancarkan aksinya.

Baca selengkapnya di sini.

2. POLRI: Belum Ditemukan Fakta Rencana Penggagalan Pelantikan Presiden dan Wapres RI

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan informasi terkait terkait pelantikan Presiden dan Wapres RI serta kekhawatiran adanya upaya untuk menggagalkan kegiatan kenegaraan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan Polri belum menemukan fakta ada upaya penggagalan terhadap proses pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Baca selengkapnya di sini.

3. KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Menpora Imam Nahrawi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Perpanjangan masa tahanan menyusul pemeriksaan KPK yang dilakukan terhadap Imam Nahrawi pada hari ini sebagai saksi atas tersangka Miftahul Ulum selaku asisten pribadinya.

Baca selengkapnya di sini.

4. Pelamar CPNS Berusia 40 Tahun Bisa Melamar untuk 6 Jabatan Ini

Pengadaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di instansi pemerintah baik pusat maupun daerah mewajibkan beragam syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar, salah satunya batas usia yang dimiliki setiap pelamar.

Dikutip dari siaran pers BKN, dalam Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 disebutkan bahwa usia pelamar paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar. Namun, batas usia pelamar tersebut dapat dikecualikan paling tinggi 40 tahun bagi jabatan-jabatan tertentu yang ditetapkan oleh Presiden.

Baca selengkapnya di sini.

5. ICW Sebut Kutukan Bayangi Jokowi di Periode Kedua

Menjelang masa pemerintahan periode kedua, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menghadapi persoalan yang jauh lebih banyak dari periode pertama.

"Kita bisa lihat dari sejarah terlebih dahulu bahwa acap kali, presiden yang memimpin di periode kedua itu gagal atau paling tidak menghadapi turbulensi yang besar. The curse of second period," kata Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan, Donal Fariz dalam diskusi bertajuk 'Habis Gelap Terbitlah Kelam' di Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, KPK, intelijen, cpns, teror, pelantikan jokowi, Menpora Imam Nahrawi

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top