Pertama Kali dalam 40 Tahun, Perempuan Boleh Nonton Langsung Laga Sepak Bola di Iran

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun, kaum hawa di Iran akhirnya diperbolehkan untuk menonton pertandingan tim sepak bola nasional negara Republik Islam ini secara langsung.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  11:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun, kaum hawa di Iran akhirnya diperbolehkan untuk menonton pertandingan tim sepak bola nasional negara Republik Islam ini secara langsung.

Di bawah tekanan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), pemerintah Iran telah mengalokasikan kursi untuk perempuan di empat sektor Stadion Azadi untuk menonton laga timnas Iran melawan Kamboja pada Kamis (10/10/2019) waktu setempat. Stadion yang terletak di ibu kota Iran, Teheran, ini diketahui berkapasitas 78.000 kursi.

FIFA memang telah meningkatkan tekanannya pada Iran untuk memenuhi komitmen agar kaum perempuan negara ini diberikan akses menonton babak kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut.

Tekanan FIFA semakin menjadi-jadi pascakematian Sahar Khodayari pada September 2019. Khodayari menderita luka bakar parah setelah nekat membakar diri untuk memprotes penangkapannya.

Sebelum insiden itu terjadi, wanita muda tersebut ditangkap pihak berwajib karena menyamar sebagai seorang laki-laki demi melihat pertandingan sepak bola secara langsung di stadion.

Meski pemerintah Iran akhirnya memberikan izin bagi kaum hawa untuk menonton pertandingan sepak bola, seorang aktivis terkemuka di negara itu mengatakan FIFA seharusnya mendorong pemerintah Iran lebih keras dan lebih cepat untuk mematuhi aturan anti-diskriminasi.

“FIFA sedikit banyak bertanggung jawab atas hal yang terjadi pada Sahar, karena mereka mengetahui permasalahan ini (larangan wanita menonton) selama bertahun-tahun dan mereka seharusnya melakukannya lebih cepat,” tegas 'Sara', yang kelompoknya telah mengkampanyekan tujuan tersebut selama 15 tahun. 

“Sahar mengalami tragedi itu, begitu pula begitu banyak lainnya yang menjalani interogasi, mereka masuk penjara, hanya karena mereka ingin menonton pertandingan sepak bola (secara langsung),” tambahnya, seperti dilansir melalui Reuters.

Mengingat banyaknya aktivis yang menghadapi penindasan di Iran, 'Sara' memutuskan untuk menggunakan nama samaran dalam wawancara televisi dengan Reuters untuk melindungi identitasnya.

Sekitar 3.000 tiket laga Iran vs Kamboja untuk wanita mulai dijual pekan lalu. FIFA mengatakan pihaknya memperkirakan akan ada lebih banyak tiket yang dirilis untuk kalangan hawa, tetapi tidak tampak kursi tambahan yang tersedia pada Rabu (9/10).

Larangan untuk wanita menonton pertandingan sepak bola yang umumnya dimainkan oleh kaum Adam mulai diberlakukan pascarevolusi Islam 1979. Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, FIFA menyatakan telah berupaya menangani permasalahan ini dengan otoritas sepak bola Iran.

"Sikap FIFA tentang akses perempuan memasuki stadion di Iran telah tegas dan jelas. Perempuan harus diizinkan masuk ke stadion sepak bola di Iran. Untuk semua pertandingan sepak bola,” paparnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, sepakbola

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top