Ini Pesan untuk TNI dari Tokoh Adat Biak, Papua

Peringatah hari ulang tahun Ke-74 TNI menjadi momentum untuk mengingatkan TNI semakin profesional dan melindungi rakyat sekaligus memperhatikan hak ulayat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  08:55 WIB
Ini Pesan untuk TNI dari Tokoh Adat Biak, Papua
Inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan Upacara Kolonel (Mar) Y. Rudy Sulistyanto (kiri) melakukan inspeksi jajaran pasukan saat Upacara Perayaan HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, BIAK = Peringatah hari ulang tahun Ke-74 TNI menjadi momentum untuk mengingatkan TNI semakin profesional dan melindungi rakyat sekaligus memperhatikan hak ulayat.

Pengamat militer yang juga tokoh adat Biak Daud Mbarek mengatakan TNI yang telah berusia 74 tahun pada 5 Oktober 2019 diharapkan tetap profesional sebagai alat pertahanan untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya mengucapkan selamat kepada jajaran TNI yang telah merayakan hari ulang tahun ke-74, harapan semua masyarakat supaya TNI tetap menjadi pelindung dan senantiasa menjaga rakyat Papua untuk hidup aman, nyaman, dan damai," kata Daud Mbarek menanggapi peringatan HUT ke-74 TNI, di Biak, Minggu (6/10/2019).

Daud mengakui keberadaan TNI di tengah berbagai kehidupan masyarakat Papua untuk memberikan rasa aman serta menjaga keutuhan kedaulatan NKRI sehingga kehadirannya masih sangat dibutuhkan rakyat.

"Meski peran TNI dalam suatu negara sangat strategis sebagai alat pertahanan namun dalam kegiatan keseharian di masyarakat TNI juga harus memperhatikan hak ulayat milik masyarakat adat lokal," ujarnya.

Sebagai contoh, lanjut Daud, di wilayah Kabupaten Biak Numfor banyak tanah hak ulayat masyarakat adat lokal telah dikuasai TNI untuk dibangun berbagai kegiatan fisik seperti sarana prasarana perkantoran dan perumahan prajurit.

"Saya berharap TNI memperhatikan kepemilikan hak ulayat milik masyarakat lokal adat sehingga kehadirannya benar-benar dapat dicintai dan disegani rakyat di tanah Papua," katanya.

Dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, menurut dia, TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan memiliki tugas yang harus diemban.

Sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1), kata dia, telah disebutkan tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Keutuhan NKRI harus berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara," katanya.

Sebelumnya, Panglima Komando Operasi III Angkatan Udara Biak Marsda TNI Andyawan Martono P menegaskan, prajurit TNI senantiasa dapat melaksanakan tugas pokok sebagai alat pertahanan negara untuk melindungi rakyat serta menjaga kedaulatan bangsa Indonesia di wilayah NKRI.

"Prajurit TNI harus menjadi teladan dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas di masyarakat," ujarnya usai acara syukuran dalam rangka HUT Ke-74 TNI.

Ia mengharapkan, dengan momentum perayaan hari ulang tahun ke-74 TNI diharapkan jajaran prajurit TNI selalu menjadi teladan dalam menjalankan tugas pokoknya untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Prajurit TNI terdiri atas tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di Biak tetap melaksanakan tugas pokok untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari Sabang hingga Merauke serta dari Mianggas hingga Pulau Rote.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tni, biak

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top