PGI Ajak Umat Mendoakan Bangsa dan Negara

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI mengajak umat untuk mendoakan bangsa dan negara.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 28 September 2019  |  18:23 WIB
PGI Ajak Umat Mendoakan Bangsa dan Negara
Warga mengungsi di Mapolres Jayawijaya saat terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). - ANTARA/Marius Wonyewun

Bisnis.com, JAKARTA- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI mengajak umat untuk mendoakan bangsa dan negara.

Dalam pernyataan sikapnya terkait situasi nasional, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan bahwa pihaknya menghargai capaian-capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang telah membawa harapan-harapan baru akan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Di tengah pencapaian tersebut, mereka menyadari masih banyaknya persoalan yang harus dihadapi seperti penyelesaian masalah Papua, pemberantasan korupsi, persoalan asap, proses-proses legislasi di parlemen, pergumulan masyarakat adat akan hak ulayat mereka serta beragam bencana. Dalam mengupayakan penyelesaian masalah-masalah tersebut, tentulah masyarakat berhak menyampaikan aspirasinya.

“Untuk itu, PGI menjunjung tinggi kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Sebagai bangsa yang sedang dalam proses demokratisasi, ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya perlu diberikan, sejauh hal itu disampaikan secara bertanggung jawab, dalam koridor hukum yang berlaku dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar PGI yang diwakili oleh Pendeta Henriette Hutabarat Lebang itu.

Akan tetapi, PGI mengaku prihatin jika niat mulia mahasiswa yang menggelar demonstrasi untuk memperjuangkan aspirasi dan mengoreksi para pemangku kepentingan, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu guna mencegah pelantikan Joko Widodo.

Atas berbagai hal tersebut PGI menyerukan kepada segenap warga gereja untuk mendoakan keadaan bangsa agar segenap warga masyarakat, saudara-saudara sebangsa dan setanah air dapat bekerja sama membangun negeri dan menghindarkan diri dari segala bentuk kebencian dan perseteruan.

Umat juga diajak berdoa agar situasi mencekam di Papua segera dapat dipulihkan, dan warga serta aparat di Papua menghentikan tindakan kekerasan yang mengakibatkan ketakutan masyarakat, bahkan korban jiwa dan harta benda.

 “Semoga Roh Tuhan memberikan hikmat-Nya kepada Saudara-saudara kita di Papua, apapun latar belakangnya, sebagai sesama ciptaan Tuhan yang dikasihi-Nya, mampu merajut kembali persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.

 Sekretaris Majelis Pekerja Harian PGI, Pendeta gomar Gultan melanjutkan, seruan doa itu juga diarahkan kepada setiap keluarga korban bencana alam dan kerusuhan supaya diberi kekuatan dan penghiburan. Bagi para penyintas, agar diberikan kepulihan dan perlindungan dari ancaman dan/atau marabahaya lainnya.

“Secara khusus kita mendoakan Saudara-saudara di Maluku yang menjadi korban gempa bumi memperoleh ketenangan dan kekuatan-Nya menghadapi masalah yang berat ini. Sambil berdoa, mari kita mendukung gereja-gereja di Ambon dalam melayani para korban, dan memberikan dukungan dana sebagai wujud solidaritas gereja-gereja. Kami juga berdia agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo diberi hikmat dan kekuatan dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kita hadapi. Kita mendoakan juga agar pemerintah diberi kemampuan untuk membuka ruang yang luas bagi dialog dengan segenap komponen masyarakat. Tetapi pada saat yang sama kita juga mendoakan agar pemerintah mampu mengambil sikap yang tegas terhadap mereka yang melakukan tindakan anarkis yang mengganggu kesejahteraan umum dan keutuhan bangsa, bahkan mengancam keselamatan negara,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gereja

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top