KWI Minta Pemerintah Buka Ruang Dialog

Konferensi Waligereja Indonesia meminta Pemerintah membuka ruang dialog sebagai wadah penyampaian aspirasi.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 28 September 2019  |  01:11 WIB
KWI Minta Pemerintah Buka Ruang Dialog
Mahasiswa bercengkerama dengan sejumlah prajurit TNI AD dan Marinir yang berjaga di bawah jembatan layang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Konferensi Waligereja Indonesia meminta Pemerintah membuka ruang dialog sebagai wadah penyampaian aspirasi.

Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI Romo Siswantoko Pr. mengatakan bahwa pihaknya mendukung setiap kegiatan penyampaian pendapat oleh masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa.

“Masyarakat sebagai bagian bahkan pemilik kedaulatan bangsa ini memang sudah semestinya terlibat aktif dalam menjaga dan merawat negeri ini agar tetap kokoh, aman, dan damai sebagai rumah bersama bagi semua warga negara,” ujar Romo Siswantoko, Jumat (27/9/2019).

Romo Siswantoko mengutuk terjadinya aksi kekerasan dalam proses penyampaian pendapat.

Kekerasan apalagi kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban merupakan tindakan yang merendahkan martabat hidup dan merusak nilai-nilai demokrasi.

Perwujudan kebebasan dalam berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat harus berpegang teguh pada aturan yang berlaku dan memperhatikan kepentingan umum.

“Saat ini ada begitu banyak pihak dengan berbagai kepentingan dan agenda, termasuk kepentingan untuk merongrong Pancasila, memperlemah bangsa, dan memecah belah masyarakat. Sangat dimungkinkan bahwa mereka menyusup dan memanfaatkan para demonstran untuk memperjuangkan kepentingan mereka, Oleh karena itu, perlu adanya sikap peka, kritis, dan waspada terhadap para penumpang gelap tersebut, sehingga mereka tidak mampu merusak kegiatan demonstrasi yang murni untuk kebaikan bersama,” lanjut Romo Siswantoko.

Romo Siswantoko mengharapkan pemerintah membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang terlibat dalam demonstrasi merupakan putera-puteri Indonesia yang mempunyai kepedulian dan rasa cinta terhadap tanah airnya.

Karena itu, layaknya sebuah keluarga, pemerintah merupakan orang tua yang perlu membuka diri, mendengarkan aspirasi, dan berdiskusi dengan masyarakat. Sehingga berbagai kesalahpahaman dapat diminimalsisasi dan kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah juga sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Mengapresiasi aparat keamanan yang telah menjaga dan mengawal kegiatan penyampaian pendapat sesuai dengan prosedur yang ada, meskipun di beberapa tempat terjadi kericuhan dan kerusuhan. Juga terima kasih kepada masyarakat yang tidak terprovokasi oleh ajakan, ujaran, dan berita bohong untuk melakukan kekerasan, apalagi tindakan yang inkonstitusional. Semoga para pelaku kekerasan dan kerusuhan dapat ditindak seadil-adilnya dengan hukum yang ada dan aparat keamanan maupun masyarakat tetap mengedepankann cara-cara damai dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gereja, demo mahasiswa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top