BNPB Salurkan Dana Siap Pakai untuk Darurat Gempa Maluku

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar yang digunakan untuk operasional penanganan darurat.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 27 September 2019  |  17:40 WIB
BNPB Salurkan Dana Siap Pakai untuk Darurat Gempa Maluku
Penyerahan bantuan dari BNPB untuk penanganan gempa - BNPB/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar yang digunakan untuk operasional penanganan darurat gempa Maluku

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan logistik senilai Rp515 juta. Bantuan logistik berupa matras, sandang, perlengkapan keluarga dan selimut sangat dibutuhkan warga terdampak sesuai dengan hasil kaji cepat. Selain itu, peralatan digerakkan selama penanganan darurat seperti tenda keluarga, lampu penerangan portabel dan rumah sakit lapangan.  

Kepala BNPB Doni Monardo telah melihat kondisi pascagempa M 6,5 di beberapa titik pada pagi hari tadi (27/9/2019).

Doni menyampaikan bahwa ketika ada gempa besar terjadi lebih dari 20 detik, masyarakat harus secara otomatis mencari lokasi aman. Setelah sekian lama, 2 jam tidak ada gempa susulan yang besar, mereka dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Jika terlalu lama di tempat pengungsian, dapat muncul masalah baru seperti makanan, kesehatan, sanitasi dan lainnya,” ujar Doni melalui keterangan resmi BNPB pada Jumat (27/9/2019).

Adapun kunjungan tersebut dilakukan setelah Presiden Jokowi memberikan instruksi penanganan gerak cepat  pascagempa.

"Kemarin sudah saya perintahkan kepada Kepala BNPB, Pak Jenderal Doni, juga kepada TNI-Polri, kemudian kepada Menteri Sosial untuk bergerak ke lapangan di tempat terjadinya gempa untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Ambon. Bantuan juga sudah saya perintahkan untuk segera dikirimkan," ucap Presiden Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden (27/9/2019).

"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan dukacita yang mendalam atas musibah gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Ambon," tambah Presiden Jokowi dalam siaran persnya.

Sementara itu, Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, mengungkapkan BPBD Provinsi Maluku menginformasikan jumlah korban meninggal dunia yang telah dilakukan pengecekan ulang per Jumat (27/9/2019), pukul 10.01 WIT. Data mutakhir korban meninggal dunia akibat gempa M 6,5 pada 26 September 2019 lalu berjumlah 19 orang, data ini telah disesuaikan dengan Pusdalops BPBD Maluku.

Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang.

Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama.

Gempa yang terjadi di kedalaman 10 km ini juga menimbulkan korban luka sebanyak 126 orang, dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah 108 orang, Seram Bagian Barat 13 dan Kota Ambon 5. Para korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis pascakejadian.

BMKG telah menyatakan bahwa isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoaks), karena hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya.

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi  beredarnya berita yang di masyarakat dan viral di media sosial terkait isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua.

"Hingga Jumat (27/9/2019) pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempabumi Kairatu, Ambon, dan Haruku berkekuatan M=6,5 yang terjadi Kamis (26/9/2019) menunjukkan telah terjadi 264 kali dengan magnitudo terbesar M=5,6 dan trekecil M=3,0. Secara statistik, frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil."

Melalui surat tanggapan yang ditandatangani Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly tersebut pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal informasi yang resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnpb, gempa maluku

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top