Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Sultra Selidiki Tewasnya Randi, Mahasiswa UHO Kader IMM

Polda Sulawesi Tenggara mengakui ada kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, IMM, cabang Kendari bernama Randi yang tewas saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara hari ini.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 September 2019  |  18:58 WIB
Mahasiswa berjalan menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari tersebut menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan RUU KUHP - ANTARA/Jojon
Mahasiswa berjalan menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019). Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari tersebut menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan RUU KUHP - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Sulawesi Tenggara mengakui ada kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, IMM, cabang Kendari bernama Randi yang tewas saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara hari ini.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhardt mengungkapkan bahwa Kepolisian masih menyelidiki penyebab tewasnya mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut.

Menurut Harry, almarhum sudah dibawa ke RS Abu Nawas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk diotopsi agar diketahui penyebab kematiannya.

"Memang benar, ada yang meninggal. Kami masih menyelidikinya. Rencananya akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya," tutur Harry saat dikonfirmasi, Kamis (26/9/2019).

Randi diduga tewas akibat kena tembakan saat melakukan aksi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Ada bekas luka tembak pada bagian dada mahasiswa tersebut.

Randi dibawa oleh rekannya ke RS Ismoyo sekitar pukul 15.00 WITA untuk diselamatkan, namun naas nyawa Randi tidak tertolong.

Seperti diketahui aksi mahasiswa terjadi di sejumlah tempat di Indonesia menentang UU KPK, menolak pengesahan sejumlah RUU kontroversila termasuk pasal-pasal di RUU KUHP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo mahasiswa kendari
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top