Polri Akui Gunakan Gas Air Mata Kadaluarsa

Polri mengakui telah menggunakan gas air mata yang sudah kadaluarsa untuk memukul mundur massa aksi beberapa hari lalu di sekitar Gedung DPR.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 September 2019  |  16:42 WIB
Polri Akui Gunakan Gas Air Mata Kadaluarsa
Para pemrotes RUU Anti-ekstradisi menggunakan raket tenis untuk memukul tabung gas air mata saat pawai menuntut demokrasi dan reformasi politik di Teluk Kowloon, Hong Kong, pada Sabtu (24/8/2019). - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengakui telah menggunakan gas air mata yang sudah kadaluarsa untuk memukul mundur massa aksi beberapa hari lalu di sekitar Gedung DPR.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengibaratkan gas air mata yang sudah kadaluarsa itu seperti kerupuk yang melempem dan tidak berbahaya sama sekali jika ditembakkan ke massa perusuh.

Menurut Dedi, gas air mata yang sudah kadaluarsa itu tidak memiliki daya ledak yang besar pada saat ditembakkan maupun memiliki efek mematikan kepada demonstran.

"Justru itu tidak ada bahayanya sama sekali ya. Malah melempem itu kayak kerupuk gitu. Sama seperti peluru yang kadaluarsa, kalau digunakan tidak akan efektif seperti peluru aktif," tuturnya, Kamis (26/9/2019).

Dedi menegaskan bahwa Polri akan mengambil sikap tegas dan memproses hukum seluruh oknum masyarakat yang menyampaikan gas air mata kadaluarsa tersebut berbahaya hingga berdampak kematian.

"Tentunya kalau terbukti ada perbuatan melawan hukum di situ, akan kita proses ya," katanya.

 Sebelumnya, sempat viral sejumlah unggahan di media sosial yang mem-posting adanya gas air mata kadaluarsa yang masa aktifnya seharusnya pada Mei 2016, tetapi digunakan Brimob Polri untuk memukul mundur massa aksi di DPR sejak beberapa hari lalu. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demonstrasi, ruu kuhp

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top