Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dugaan Aktivitas Drone Dekat Bandara Dubai, Dua Penerbangan Dialihkan

Dua penerbangan dialihkan dari Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, pada hari Minggu (22/9/2019) menyusul dugaan adanya aktivitas pesawat tak berawak (drone).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:02 WIB
Dubai Quraniq Park di Al Khawaneej, Uni Emirat Arab. - Istimewa
Dubai Quraniq Park di Al Khawaneej, Uni Emirat Arab. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dua penerbangan dialihkan dari Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, pada hari Minggu (22/9/2019) menyusul dugaan adanya aktivitas pesawat tak berawak (drone).

Juru bicara Dubai Airports mengatakan jadwal kedatangan pesawat terganggu sekitar 15 menit pada siang hari. Ini merupakan gangguan serupa kedua kalinya dalam tahun ini.

"Sebuah pesawat 'drone' terlihat di sebuah area di sebelah bandara," Kantor Media Dubai mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Minggu (22/9). Seperti diketahui, drone dilarang digunakan di area sekitar bandara.

Pada bulan Februari, pihak berwenang sempat menghentikan sementara penerbangan di Bandara Internasional Dubai karena dugaan aktivitas drone.

Dubai Airports sebelumnya mengingatkan adanya peningkatan penggunaan drone secara drastis oleh para wisatawan atau pelancong yang tidak mengetahui hukum penggunaan drone di area bandara.

Pada Juli 2018, UEA membantah laporan bahwa geriliyawan Houthi telah menyerang bandara Abu Dhabi dengan drone, dan mengatakan operasional bandara tidak terpengaruh.

UEA adalah mitra terdepan dalam koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam perang melawan geriliyawan Houthi di Yaman selama lebih dari empat tahun terakhir.

Houthi pada hari Rabu pekan lalu mengatakan memiliki puluhan target di UEA yang masuk dalam jangkauan mereka dan dapat diserang kapan saja.

Pernyataan ini menyusul klaim Houthi bahwa mereka melakukan serangan besar-besaran 14 September terhadap dua pabrik minyak Saudi dengan drone dan rudal jelajah yang sempat mengurangi separuh produksi minyak Arab Saudi.

Riyadh mengatakan serangan itu tidak mungkin datang dari Yaman dan menyalahkan Iran atas serangan tersebut. Tuduhan ini juga diperkuat oleh tuduhan serupa dari Amerika Serikat.

Pada bulan Desember, gangguan besar terjadi di bandara Gatwick London setelah drone terlihat di dekat lapangan terbang. Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran secara global tentang kerentanan bandara terhadap kendaraan udara tak berawak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Drone
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top