Drone Serang Fasilitas Aramco, Saudi : Bukti Sisa Rudal Iran Tak Terbantahkan

Otoritas militer Arab Saudi menegaskan bukti keterlibatan Iran pada serangan drone ke fasilitas minyam Saudi-Aramco tidak terbantahkan. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 September 2019  |  13:31 WIB
Drone Serang Fasilitas Aramco, Saudi : Bukti Sisa Rudal Iran Tak Terbantahkan
Asap terlihat di fasilitas pabrik minyak Aramco di kota timur Abqaiq, Arab Saudi, yang diserang pada 14 September 2019. - Reuters

Bisnis.com, RIYADH - Otoritas militer Arab Saudi menegaskan bukti keterlibatan Iran pada serangan drone ke fasilitas minyak Saudi-Aramco tidak terbantahkan. 

Arab Saudi pada Rabu memperlihatkan sisa-sisa yang digambarkannya sebagai peluru kendali jelajah dan 'drone' milik Iran yang digunakan dalam serangan fasilitas minyak Saudi, dengan mengatakan mereka "tak dapat mengelak" bukti agresi Iran.

Sebanyak 25 pesawat tak berawak atau drone dan rudal ditembakkan ke dua pabrik minyak pada serangan pekan lalu, termasuk kendaraan udara tanpa awak (UAV) Iran Delta Wing dan rudal jelajah "Ya Ali", ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Turki al-Malki.

"Serangan berasal dari arah utara dan tak dapat diragukan lagi didukung oleh Iran," kata dia saat konferensi pers. "Bukti ... yang Anda lihat di depan Anda, membuat ini "tak bisa berkutik".

Otoritas Saudi masih melakukan penyelidikan guna menentukan titik pasti peluncuran, kata Malki, yang kembali menolak berkomentar saat ditanya apakah Iran benar-benar melakukan serangan tersebut.

Iran membantah keterlibatan apa pun dalam serangan yang mulanya mengurangi produksi minyak Arab Saudi. Seorang penasihat presiden Iran mencuit di Twitter bahwa konferensi pers tersebut membuktikan Arab Saudi "tak tahu apa-apa."

Kelompok al-Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, yang memerangi koalisi militer pimpinan Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pada Rabu kelompok al Houthi memaparkan jenis drone yang katanya digunakan dalam serangan 14 September sekaligus memperingatkan bahwa Uni Emirat Arab juga berada di dalam catatan mereka.

Malki menegaskan kembali serangan itu tidak mungkin datang dari Yaman, selatan Arab Saudi, dan bahwa al Houthi "menutupi" Iran.

"Dampak presisi rudal jelajah mengindikasikan kemampuan di luar kapasitas proksi Iran," kata Malki. "Arah sasaran situs menunjukkan dari utara ke selatan."

Sebanyak 18 'drone' dan tiga rudal diluncurkan ke Abqaiq, lokasi pabrik pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia, namun rudal-rudal itu "gagal", kata Malki. Ia menyebutkan empat rudal menargetkan Khurais, menambahkan bahwa rudal Ya Ali memiliki jangkauan 700 km dan telah digunakan oleh Pengawal Revolusi Iran (IRGC).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saudi aramco, iran

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top