Pemerintah Minta Bantuan AS, Fadli Zon: Bukti Tak Mampu Atasi Papua

Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan ingin mendapat dukungan dari Amerika Serikat demi menangani konflik di Papua. Dewan Perwakilan Rakyat menganggap ini bukti Presiden Joko Widodo gagal.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 03 September 2019  |  16:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan ingin mendapat dukungan dari Amerika Serikat demi menangani konflik di Papua. Dewan Perwakilan Rakyat menganggap ini bukti Presiden Joko Widodo gagal.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengatakan bahwa upaya ini adalah kegagalan pemerintah dalam mengatasi konflik horizontal di Papua. Jokowi menunjukkan ketidakmampuannya meredam masalah. 

“Dari diksinya saja itu menunjukkan kita tidak mampu atasi persoalan ini. Dan menurut saya itu tindakan sangat tidak tepat seolah kita tidak mampu menangani persoalan yang ada,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Fadli menjelaskan bahwa harusnya Jokowi segera datang ke Bumi Cendrawasih dan bertemu tokoh di sana. Baginya, kalau memang pembangunan di Papua yang dibanggakan itu berhasil, seharusnya dapat segera mencairkan suasana.

“Meskipun klaimnya sudah banyak membangun di sana, tapi kenyataannya apa yang sudah dibangun beberapa fasilitas banyak yang dirusak oleh massa yang marah saat kerusuhan itu,” jelasnya.

Pendekatan yang ada sekarang ucap Fadli harus dievaluasi. Jokowi diminta jangan terlalu banyak pencitraan. 

“Masyarakat Papua harus diajak bicara apa yang dibutuhkan oleh mereka. Apakah jalan atau fasilitas yang lain. Pendidikan kesehatan atau yang lain,” jelasnya. 

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan menerima Asisten Menteri Luar Negeri Amerika untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, David R. Stilwell di ruangan, Senin (2/9/2019). Moeldoko menginginkan adanya dukungan Abang Sam terkait kondisi di Papua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, kerusuhan, Fadli Zon

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top