Era Disrupsi Teknologi, Wapres JK : PNS Administrasi Bakal Dikurangi

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan revolusi industri 4.0 atau era disrupsi teknologi mengubah banyak hal di dunia secara fundamental.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 September 2019  |  18:27 WIB
Era Disrupsi Teknologi, Wapres JK : PNS Administrasi Bakal Dikurangi
Wapres Jusuf Kalla memberi keterangan kepada wartawan - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, BANDA ACEH - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan revolusi industri 4.0 atau era disrupsi teknologi mengubah banyak hal di dunia secara fundamental.

Salah satu contohnya adalah berkurangnya pegawai administrasi, tetapi pekerja teknis justru akan bertambah. JK mengatakan akan terjadi pola perubahan perekrutan pegawai negeri sipil (PNS) di masa depan.

"Karena itu, pemerintah akan mengurangi pegawai administratif. Komputer akan menggantikan [pekerjaan pegawai administratif] dari lima orang menjadi satu orang," katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Senin (2/9/2019).

JK mengatakan fungsi komputer akan menggantikan pekerjaan bidang PNS bidang arsip, pembawa surat, dan lainnya yang berhubungan dengan administrasi dokumen.

Dia menggambarkan perubahan tersebut sudah terjadi di pola bisnis kantor pos. Dulu, masyarakat masih rajin mengirim surat melalui kantor pos. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi orang yang membeli perangko.

"Tapi tiap jam kirim SMS," ujar JK disambut tawa oleh hadirin yang ada di ruangan.

Bukan itu saja, dia menuturkan saat ini orang tidak banyak yang datang ke kantor bank untuk mengambil uang. Pasalnya, konsumen mengirim atau memasukkan uang ke rekening melalui aplikasi.

JK mengingatkan banyak hal yang berubah dalam kehidupan saat ini karena perkembangan teknologi informatika.

"Jadi semuanya menjadi berubah kehidupan ini dan sekali lagi hanya penguasaan teknologi yang dapat kita tegakkan untuk mengubah kemampuan-kemampuan itu," imbuhnya.

Meski banyak pekerjaan atau sektor bisnis yang hilang, JK mengatakan banyak pula pekerjaan yang muncul di era revolusi 4.0. Beberapa contohnya, kios penjual pulsa yang menggantikan wartel, tukang ojek online yang siap mengantarkan penumpang, barang atau makanan, dan lainnya.

Berbagai perubahan bisa dihasilkan nilai tambah. Jika dikelola dengan baik, hal itu bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat.

"Dulu orang pengantar surat akan ke kantor pos sekarang tidak lagi pengantar surat karena pake WA. Dulu ada tukang foto, sekarang tidak ada tukang foto lagi karena bisa memoto diri sendiri," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, Revolusi Industri 4.0

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top