Senggol Yahudi Soal Demokrat, Trump Dicaci Maki

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan kepada orang-orang Yahudi yang mendukung Demokrat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  10:13 WIB
Senggol Yahudi Soal Demokrat, Trump Dicaci Maki
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan kepada orang-orang Yahudi yang mendukung Demokrat.

“Setiap orang Yahudi yang memilih Demokrat, saya pikir itu menunjukkan kurangnya kesadaran atau ketidaksetiaan yang besar,” ujar Trump pada Selasa (20/8/2019) dalam pertemuan dengan Presiden Rumania Klaus Iohannis, seperti dilansir Bloomberg.

Komentar Trump disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan tentang dua perwakilan Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, yang dikatakannya merencanakan "tur propaganda" ke Israel dan Tepi Barat.

Trump telah mendorong Israel untuk tidak membiarkan keduanya masuk ke negara itu. Anggota kongres AS tersebut dilarang masuk karena mendukung boikot Israel atas perlakuannya terhadap Palestina. Langkah Trump serta merta menyulut kritik di Washington baik dari kubu Demokrat maupun Republik.

Oleh Trump, Tlaib dan Omar disebut sebagai "wajah" Partai Demokrat dan telah memanfaatkan kritik mereka terhadap Israel untuk menarik pendukung Yahudi. Ia mengingatkan saran mereka agar AS memangkas bantuan untuk Israel.

“Lima tahun lalu, bahkan tiga tahun yang lalu, ada pembicaraan soal mengurangi bantuan ke Israel karena dua orang yang membenci Israel dan membenci orang Yahudi. Saya tidak percaya kami membahas soal ini,” tutur Trump.

Yahudi Amerika secara historis memberikan suara yang sangat besar untuk Demokrat. Dalam pemilihan paruh waktu 2018, sekitar 79 persen orang Yahudi mendukung kandidat dari Demokrat, menurut Pew Research Center.

Sementara itu, Trump telah membuat beberapa langkah kebijakan pro-Israel yang kontroversial, seperti memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, dan mendesak negara itu untuk melarang masuk Tlaib dan Omar.

Ia diketahui berhubungan erat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk mengundangnya ke Gedung Putih.

Banyak dari kebijakannya dikritik oleh kelompok-kelompok Yahudi di seluruh spektrum politik. Union for Reform Yudaism, yang mewakili denominasi terbesar di Amerika Utara, mengecam seruan Trump agar Tlaib dan Omar dilarang.

Begitu juga kelompok lobi pro-Israel American Israel Public Affairs Committe dan kelompok Yahudi progresif J Street. Pada Selasa (20/8/2019), J Street menyebut pernyataan terbaru Trump sebagai hal yang "menjijikkan".

Namun, koalisi Yahudi Republican Jewish Coalition sependapat dengan komentar Trump.

"Presiden Trump benar, dengan membela sebuah partai yang melindungi/mendukung orang yang membenci Anda karena agama Anda, itu menunjukkan ketidaksetiaan,” tulis kelompok itu. Menurut kelompok ini, Partai Republik "selalu bertindak cepat dan tegas" untuk menghukum anti-Semitisme di antara jajarannya sendiri.

Matt Boxer, seorang profesor di Universitas Brandeis yang telah mempelajari pola dukungan oleh Yahudi, mengatakan bahwa Yahudi Amerika secara historis mendukung Partai Demokrat karena mereka melihatnya lebih terbuka bagi imigran dan minoritas.

"Ini bukan pertama kalinya dia [Trump] mengatakan sesuatu seperti itu. Sejujurnya, dia tidak tahu apa yang dia bicarakan,” ujar Boxer.

Menurutnya, Trump tidak mungkin mengubah pola yang sudah berumur puluhan tahun itu, terutama dengan bahasa yang tampaknya menunjukkan bahwa Yahudi Amerika harus memiliki loyalitas ganda kepada Israel hanya karena agama mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
israel, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top