Lowongan CPNS : Polisi Ingatkan Masyarakat Soal Modus Penipuan

Dalam kasus penipuan CPNS penipu memeroleh uang antara Rp70 juta—Rp100 juta dengan janji bisa meloloskan sebagai PNS.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  15:17 WIB
Lowongan CPNS : Polisi Ingatkan Masyarakat Soal Modus Penipuan
Proses ujian seleksi CPNS - Antara/Muhammad Adimaja

Kabar24.com, JAKARTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi apresiasi kepada aparat kepolisian yang berhasil membongkar sindikast calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan sindikat kejahatan properti.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Penghargaan diterima oleh Polda Metro Jaya.

Penyidik I Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Tavip Gunadi mengatakan bahwa dalam kasus penipuan CPNS penipu memeroleh uang antara Rp70 juta—Rp100 juta dengan janji bisa meloloskan sebagai PNS.

“Pelaku menggunakan ID Card palsu mengatasnamakan Kemendikbud, Kementerian PANRB, dan BKN,” ungkap Tavip dalam keterangan resmi Kemenpan RB dikutip Rabu (21/8/2019).

Penggunaan tanda pengenal palsu itu, dimaksudkan agar korban yakin bisa lolos menjadi CPNS. Target utama yang dijadikan korban adalah para pegawai honorer kategori II. Dengan surat palsu pula, para pelaku meminta uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Namun, setelah uang tersebut diberikan, pelaku tidak bisa meluluskan korban menjadi CPNS. Masyarakat yang merasa tertipu pun mengadu ke kepolisian. Dari laporan masyarakat, polisi melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga mengungkap kasus penipuan ini.

“Pelaku berhasil kami tangkap, dan sekarang masih dalam proses penyidikan. Pelaku kami tahan di rutan Polda Metro Jaya,” imbuh Tavip.

Tavip menerangkan, pelaku bekerja secara tunggal, dan kemudian merekrut agen-agen untuk menjaring peserta yang dijadikan korban. Atas kasus ini, Tavip berpesan kepada masyarakat agar tidak percaya pada calo CPNS. Terlebih, rekrutmen CPNS tahun ini sudah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang tidak memungkinkan adanya kecurangan.

“Apabila ada orang yang menjanjikan sesuatu, terutama untuk meluluskan CPNS dalam bentuk kategori apapun juga, itu tidak benar. Karena semua sudah ada jalan dan UU yang mengatur penerimaan CPNS,” ujar Tavip.

Sementara itu, pada kasus sindikat kejahatan properti, polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku.

Kasus bermula saat seorang korban tidak merasa menggadaikan sertifikat rumah miliknya, namun sertifikat tersebut sudah ada di lembaga pegadaian, dan mendapat tagihan dari pegadaian.

Pemilik sertifikat kemudian melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. “Kami mendesain suatu operasi tangkap tangan dan berhasil kami lakukan dengan tangkap tangan. Sudah kita amankan tujuh orang tersangka,” ungkap Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gafur A.H Siregar, dalam acara yang sama.

Gafur mengungkapkan, tersangka terbagi menjadi dua sindikat, dengan total kerugian mencapai Rp200 miliar rupiah. Kepada masyarakat, Gafur mengimbau agar utamakan transaksi melalui notaris yang sudah terpercaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polisi, penipuan, cpns, lowongan cpns, syafruddin

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top