Visi Indonesia : Begini Cara Jokowi Membangun SDM di Periode Kedua

Lembaga Manajemen Talenta Indonesia akan dibentuk untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Hal itu hendak dilakukan untuk mempercepat pembangunan Indonesia.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  22:09 WIB
Visi Indonesia : Begini Cara Jokowi Membangun SDM di Periode Kedua
Jokowi saat menyampaikan visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (14/7/2019). - Bisnis/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA - Akan ada lembaga khusus yang dibentuk untuk mengatur talenta-talenta di Indonesia. Rencana pembentukan lembaga baru itu diungkap Presiden terpilih hasil Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Visi Indonesia, Minggu (14/7/2019).

Jokowi menyebut, lembaga Manajemen Talenta Indonesia akan dibentuk untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Hal itu hendak dilakukan untuk mempercepat pembangunan Indonesia.

"Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Pembentukan lembaga Manajemen Talenta Indonesia merupakan salah satu turunan dari visi Jokowi yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jokowi berjanji akan memberikan prioritas pada pembangunan SDM di periode kedua pemerintahannya.

Dia percaya pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia agar maju. Selain membentuk lembaga Manajemen Talenta Indonesia, Jokowi juga menekankan pentingnya jaminan kesehatan bagi ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak usia sekolah.

"Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ," katanya.

"Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, sumber daya manusia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top