Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yusril Ajukan Penangguhan Penahanan Habil Marati, Alasannya Butuh Istirahat

Habil disebut berperan sebagai pemberi dana senilai Rp150 juta kepada Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen untuk pembelian senjata api terkait rencana pembunuhan terhadap para tokoh tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  20:21 WIB
Yusril Ihza Mahendra  - Bisnis/Abdullah Azzam
Yusril Ihza Mahendra - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Penasehat hukum Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional itu.

Yusril mengatakan pengajuan penangguhan itu didasari pada kondisi kesehatan Habil yang dalam kondisi kurang baik. Kliennya itu, membutuhkan istirahat lebih agar dapat lebih jelas menerangkan tentang kasus yang menjeratnya kepada kuasa hukum dan penyidik.

"Sudah kita proses pengajuannya tergantung pada penyidiknya kalau cukup alasan tentu akan ditangguhkan penahannya bisa berubah status misalnya dari tahanan dalam menjadi tahanam kota atau tahanan rumah atau bagaimana," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (10/97/2019).

Kelengkapan berkas rencananya akan diserahkan dalam pekan ini. Jika diterima, paling tidak pekan depan penyidik kasus Habil sudah mengeluarkan keputusan apakah ditangguhkan penahanannya ataupun tidak. Yusril menyebut keluarga akan menjadi penjamin terhadap pengajuan kali ini.

Sementara itu, Habil Marati mengatakan kasusnya telah dipercayakan kepada kepada Yusril Ihza Mahendra. Habil menyebut setelah menunjuk penasehat hukumnya itu, dia akan membuka sepenuhnya kasus yang dialami kepada Yusril.

"Saya telah menyerahkan sepenuhnya dan saya telah membuka semua kepada pengacara saya Yusril Ihza Mahendra sehingga segala sesuatunya biarkan Bang Yusril yang menjelaskan kepada publik. Tidak ada lagi satupun yang saya sembunyikan," katanya.

Habil disebut berperan sebagai pemberi dana senilai Rp150 juta kepada Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen untuk pembelian senjata api terkait rencana pembunuhan terhadap para tokoh tersebut.

Para tokoh yang menjadi target pembunuhan itu diantaranya adalah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Penunjukan Yusril sebagai penasehat hukum Habil terbilang bertolak belakang dengan perkara yang ditanganinya saat sengketa Pilpres. Pasalnya bulan lalu, Yusril bersama sejumlah kuasa hukum pihak Jokowi - Ma'ruf memenangkan perkara gugatan Pemilu yang dilayangkan kubu Prabowo - Sandi kepada presiden terpilih di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Umum PBB itu juga masuk dalam koalisi pemerintah saat Pilpres lalu. Namun kini Yusril menjadi penasehat hukum bagi Habil Marati yang notabene berlawanan dengan pemerintahan Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi 22 Mei
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top