Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus BLBI: Mantan Menkeu Bambang Subianto hingga Mantan Kepala BPPN Dipanggil KPK

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat orang saksi untuk proses penyidikan penyalahgunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Itjih Nursalim, Selasa (9/7/2019).
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  10:30 WIB
Kasus BLBI: Mantan Menkeu Bambang Subianto hingga Mantan Kepala BPPN Dipanggil KPK
Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Edwin Gerungan berjalan meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (13/6). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat orang saksi untuk proses penyidikan penyalahgunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Itjih Nursalim, Selasa (9/7/2019).

Para saksi tersebut adalah mantan Menteri Keuangan di era reformasi 1998, Bambang Subianto hingga dua mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Edwin Gerungan yang juga Komisaris Maybank Indonesia dan I Putu Gede Ary Suta selaku Chairman Ary Suta Center.

Kemudian, Wakil Ketua Bidang Administrasi BPPN yang saat ini selaku Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, Sumantri Slamet. 

"Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IJN [Itjih Nursalim]," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (9/7/2019).

Itjih adalah istri dari Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Keduanya merupakan tersangka SKL BLBI karena diduga telah diperkaya Rp4,58 triliun oleh mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung.

Febri mengatakan bahwa keduanya diduga memiliki peran masing-masing dalam perkara SKL BLBI sehingga proses pemeriksaan saksi terus dilakukan termasuk kembali memanggil para mantan pejabat BLBI hingga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodajtun Kuntjoro Jakti.

KPK juga masih menimbang untuk mengatur strategi dalam menyeret keduanya mengingat pada pemanggilan pertama tersangka Sjamsul dan Itjih mangkir pada pemeriksaan.

"Nanti akan kami lihat kembali jadwal yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan strategi penyidikan apakah akan dilakukan pemanggilan, atau kami fokus dulu pada misalnya pemeriksaan saksi atau penelusuran aset," ujar Febri.

Dalam perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kasus blbi bppn
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top