Rusuh 21 - 22 Mei : Penembak Harun dan Abdul Aziz Gunakan Senjata Nonorganik

Polisi menyebutkan bahwa penembak korban tewas dalam kericuhan 22 Mei, Harun Al Rasyid, menggunakan senjata nonorganik atau senjata bukan untuk keperluan militer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  18:55 WIB
Rusuh 21 - 22 Mei : Penembak Harun dan Abdul Aziz Gunakan Senjata Nonorganik
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menunjukkan barang bukti senjata api dan rompi anti peluru seusai menggelar konferensi pers perkembangan kondisi terkini keamanan nasional di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Ricuh pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta ditengarai disusupi perusuh dan pelaku penembakan. Hingga saat ini polisi masih menelusuri pelaku penembakan tersebut.

Polisi menyebutkan bahwa penembak korban tewas dalam kericuhan 22 Mei, Harun Al Rasyid, menggunakan senjata nonorganik atau senjata bukan untuk keperluan militer.

"Harun Al Rasyid itu sudah dilakukan autopsi dan memang ditemukan adanya proyektil peluru yaitu 9x17 milimeter atau 0380 automatic yang diduga ini adalah senjata dari nonorganik Polri," tutur Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Polisi telah melakukan uji balistik terhadap dua proyektil yang ditemukan di badan saat autopsi, yakni proyektil dalam tubuh Harun Al Rasyid berkaliber 9,17 mm dan Abdul Aziz berkaliber 5,56 mm.

Sementara untuk penembak Harun Al Rasyid, polisi telah mengantongi ciri-cirinya, yakni tinggi badan 175 cm, berbadan kecil, dan berkulit muka gelap.

Dari penyelidikan diketahui arah tembakan pelaku miring sejauh 11 meter sebelah kanan korban sehingga tembakan mengenai lengan kiri menembus dada Harun Al Rasyid.

Sementara posisi personel Kepolisian yang melakukan pengamanan massa saat Aksi 22 Mei berada di depan dengan jarak sekitar 100 meter.

Harun Al Rasyid (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah kericuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam.

Harun, meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi 22 Mei

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top