Kabinet Jokowi-Ma'ruf : Slogan Kerja Kerja Kerja Tak Cocok Lagi, Ini Alasannya

Slogan "Kerja Kerja Kerja" yang digaungkan presiden Joko Widodo pada periode pertama dinilai tidak lagi cocok digunakan untuk 5 tahun mendatang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  12:51 WIB
Kabinet Jokowi-Ma'ruf : Slogan Kerja Kerja Kerja Tak Cocok Lagi, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Slogan "Kerja Kerja Kerja" yang digaungkan presiden Joko Widodo pada periode pertama dinilai tidak lagi cocok digunakan untuk 5 tahun mendatang. Lebih dari itu, Presiden semestinya bisa beralih ke era inspirasi.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan pada periode terakhir nanti, Jokowi harus bisa memberikan inspirasi untuk Indonesia. Ini tugas berat melebihi saat masih mengandalkan slogan kerja.

"Misalnya, jika Jokowi ingin mengembangkan Bekraf, paling tidak cocok dengan slogan kerja kerja kerja itu, karena Bekraf dimulai dengan inspirasi," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (4/7/2019).

Berbagai bidang, menurutnya, mulai memerlukan sosok inspiratif termasuk dari Presiden. Pasalnya, setelah kabinet saat ini menggaungkan semboyan kerja, kini seluruh hasil kerja memerlukan panduan baru dari sosok yang dianggap mampu menginspirasi.

Begitu pula dengan bidang pertanian, misalnya. Program pemerintah mendatang tidak lagi sekadar soal membagikan pupuk gratis. Jokowi - Ma'ruf harus dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat demi menciptakan petani yang mampu menciptakan penemuan seperti teknologi pangan atau pertanian.

Alasan ini, menurut Hendri, cukup berdasar. Pasalnya pada periode kedua, kepala negara biasanya mengincar legacy atau jejak peninggalan positif setelah melepas jabatan sebagai presiden kelak.

Namun begitu, sebelum menamai kabinetnya dengan slogan tertentu, Jokowi - Ma'ruf juga belum mengumumkan daftar menteri yang bakal menemaninya selama 5 tahun ke depan. Hendri memperkirakan pengumuman menteri baru bakal disampaikan Presiden menjelang pelantikan pada Oktober nanti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top