Perwira Militer Dalang Kudeta Ethiopia Ditembak Mati

Seorang perwira militer yang merupakan tersangka dalang kudeta di kawasan Amhara, Ethiopia, tewas ditembak mati, menurut kepolisian setempat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  09:52 WIB
Perwira Militer Dalang Kudeta Ethiopia Ditembak Mati
Ilustrasi penembakan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang perwira militer yang merupakan tersangka dalang kudeta di kawasan Amhara, Ethiopia, tewas ditembak mati, menurut kepolisian setempat.

Brigadir Jenderal Asaminew Tsige, sebagaimana diterangkan pihak berwenang, dibunuh ketika dia berupaya melarikan diri dari lokasi persembunyiannya di ibu kota negara bagian Amhara, Bahir Dar.

Upaya kudeta di negara bagian tersebut mengemuka setelah Panglima Militer, Jenderal Seare Mekonnen, ditembak mati oleh pengawalnya sendiri di rumahnya di ibu kota Addis Ababa, pada Sabtu lalu seperti dikutip BBC.com, Selasa (25/6/2019).

Sang jenderal, menurut pemerintah, dibunuh selagi berupaya menggagalkan upaya kudeta.

Selain Jenderal Mekonnen, Gubernur negara bagian Amhara, Ambachew Mekonnen, juga tewas dibunuh di Bahir Dar karena keduanya dipandang sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed.

Dalam pidatonya kepada rakyatnya, PM Abiy Ahmed mendorong semua warga bersatu melawan kekuatan "jahat" yang berusaha memecah belah negara.

Bendera dikibarkan setengah tiang setelah pemerintah menetapkan hari berkabung untuk menghormati kematian Jenderal Seare Mekonnen dan Gubernur Ambachew Mekonnen.

Di tengah suasana berkabung, pasukan propemerintah dikerahkan dalam jumlah besar di Bahir Dar dan ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Pihak berwenang juga mematikan internet di seluruh penjuru negeri.

Sejak terpilih menjadi perdana menteri melalui pemilu tahun lalu, PM Abiy berupaya melakukan perubahan untuk  Ethiopia.

Guna mengakhiri permusuhan politik, dia membebaskan tahanan-tahanan politik, mencabut larangan terhadap partai politik oposisi, memastikan pejabat yang dituduh melanggar hak asasi manusia dipidana, dan memulihkan hubungan diplomatik dengan musuh bebuyutan Ethiopia, Eritrea. Akan tetapi, langkah-langkah reformasinya mengguncang kelompok-kelompok berkuasa di tubuh militer dan sejumlah partai anggota koalisi

 Abiy luput dari serangan granat dalam sebuah pawai setahun lalu, yang menewaskan dua orang dan mencederai 100 orang. Dia juga menghadapi tantangan meredakan ketegangan etnis.

Ethiopia, yang merupakan negara mandiri tertua di Afrika, dihuni 102,5 juta orang dari 80 kelompok etnis.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ditembak, hak asasi manusia, ethiopia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top