Pimpin Sidang Gugatan PHPU, Anwar Usman Hakim Ketua MK yang Pernah Main Film

Selama menjadi mahasiswa, Anwar Usman aktif dalam kegiatan teater di bawah asuhan Ismail Soebarjo. Selain sibuk dalam kegiatan perkuliahan dan mengajar, Anwar tercatat sebagai anggota Sanggar Aksara.
Pimpin Sidang Gugatan PHPU, Anwar Usman Hakim Ketua MK yang Pernah Main Film Stefanus Arief Setiaji | 14 Juni 2019 10:35 WIB
Pimpin Sidang Gugatan PHPU, Anwar Usman Hakim Ketua MK yang Pernah Main Film
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Kabar24.com, JAKARTA — Sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno, mulai digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sidang gugatan itu dihadiri sembilan hakim MK dan dipimpin langsung oleh Hakim Ketua yang juga Ketua MK Anwar Usman.

Dikutip dari situs MK, Jumat (14/6/2019), Anwar Usman mengawali karier sebagai seorang guru honorer pada 1975. Anwar Usman lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Desember 1956.

“Saya sama sekali tak pernah membayangkan untuk mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden. Saya juga tak pernah membayangkan bisa terpilih menjadi salah satu hakim konstitusi,” ujarnya.

Selama menjadi mahasiswa, Anwar aktif dalam kegiatan teater di bawah asuhan Ismail Soebarjo. Selain sibuk dalam kegiatan perkuliahan dan mengajar, Anwar tercatat sebagai anggota Sanggar Aksara.

Dirinya pun sempat diajak untuk beradu akting dalam sebuah film yang dibintangi oleh Nungki Kusumastuti, Frans Tumbuan dan Rini S. Bono besutan sutradara ternama Ismail Soebarjo pada 1980.

“Saya hanya mendapat peran kecil, namun menjadi suatu kebanggaan bisa menjadi anak buah sutradara sehebat Bapak Ismail Soebarjo, apalagi film yang berjudul “Perempuan dalam Pasungan” menjadi Film Terbaik dan mendapat Piala Citra,” kenang pria yang meraih gelar Doktor pada Universitas Gadjah Mada.

 Anwar mengenang keterlibatannya dalam dunia teater sebagai salah satu pengalaman dia yang paling berkesan.

Menurutnya, dunia teater mengajarkannya banyak hal termasuk tentang filosofi kehidupan. Dunia teater dan film, menurut mantan Hakim Yustisial Mahkamah Agung ini, pada intinya mengandung unsur edukasi yang mengajak pada kebajikan, termasuk bagaimana bersikap dan bertutur kata.

Anwar menyampaikan sejak MK berdiri, dia mengikuti perkembangan lembaga itu sehingga tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan di MK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, gugatan, mahkamah konstitusi, prabowo subianto

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top