Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fadli Zon Gusar Ditanya soal Keberadaan Prabowo Subianto

Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon gusar saat ditanya ihwal keberadaan calon presiden 02 Prabowo Subianto.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  11:26 WIB
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) berjalan usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat. - ANTARA/Muhammad Adimaja
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) berjalan usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat. - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon gusar saat ditanya ihwal keberadaan calon presiden 02 Prabowo Subianto.

Awalnya, Fadli dikonfirmasi perihal pernyataan influencer Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul, yang menyebut Prabowo menelepon Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dari luar negeri.

Fadli mengatakan dia tak bisa mengonfirmasi cerita Ruhut itu. Menurut dia, tak ada urgensinya orang-orang ingin tahu ke mana Prabowo pergi.

 "Saya enggak bisa konfirmasi itu. Karena Pak Prabowo mau pergi ke mana saja, ke Yogyakarta, ke Malaysia, apa urusannya," kata Fadli di kawasan Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).

Fadli mengatakan, Prabowo bebas pergi ke mana pun yang dia mau. Mulai dari keperluan cek kesehatan, bertemu orang, hingga sekadar minum kopi, kata Fadli, adalah urusan Prabowo.

"Urusannya mau pergi beli sandal jepit kek, mau umrah kek, apa kek, apa urusannya," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Fadli lantas menyinggung bocornya manifes penerbangan Prabowo bersama rombongan. Dia mengatakan manifes adalah data personal dan tak ada orang yang suka informasi itu disebar.

Menurut Fadli, polisi semestinya langsung menangkap orang yang menyebarkan manifes itu dan menjeratnya dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Itu kan hal privat. Kenapa kok disebar, itu kan pelanggaran UU ITE. Harusnya polisi langsung menangkap yang menyebar itu," ujarnya.

Meski begitu, Fadli belum memastikan apakah pihak Gerindra atau Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno berencana melapor ke polisi atas bocornya manifes itu.

 "Ya itu urusan orang-orang yang ada di manifest itu, mungkin Prabowo atau Gerindra akan laporkan," kata dia.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra prabowo subianto Fadli Zon

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top