Pascarusuh 22 Mei, 58.000 Personel TNI-Polri Amankan Jakarta

Polri menyebutkan total jumlah anggota TNI-Polri yang bertugas mengamankan DKI Jakarta pasca-aksi yang berujung rusuh pada 22 Mei bertambah menjadi 58.000 personel.
Sholahuddin Al Ayyubi | 23 Mei 2019 19:33 WIB
Petugas keamanan melintas di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA--Polri menyebutkan total jumlah anggota TNI-Polri yang bertugas mengamankan DKI Jakarta pasca-aksi yang berujung rusuh pada 22 Mei 2019 bertambah menjadi 58.000 personel.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa 58.000 personil TNI-Polri tersebut akan mengamankan sejumlah objek vital negara seperti Bawaslu, KPU, Istana Negara, Gedung DPR/MPR, dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, Dedi menjelaskan bahwa seluruh anggota Polri-TNI tersebut akan mengamankan sejumlah sentra ekonomi serta beberapa Kedubes agar selama gugatan Pemilu 2019 berlangsung.

"MK akan menjadi fokus kami untuk pengamanan. Semua akan tertuju ke sana selama proses gugatan berlangsung," tutur Dedi, Kamis (23/5/2019).

Menurut Dedi, Polri juga akan melakukan rekayasa lalu lintas selama proses gugatan Pemilu 2019 berjalan di MK. Dedi optimistis Polri dan TNI dapat mengamankan objek vital negara.

"Kami optimistis proses di MK nanti akan berjalan dengan baik dan tertib. Semua sudah kami persiapkan untuk pengamanan," kata Dedi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkamah konstitusi, Aksi 22 Mei

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top