Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polri : Perempuan Bercadar yang Ditangkap Saat Aksi 22 Mei Bukan Bomber

Setelah massa aksi 22 Mei bubar, muncul seorang perempuan bercadar di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu. Perempuan berpakaian serba hitam dengan membawa ransel outdoor itu tampak seorang diri menghadapi aparat keamanan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  17:13 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal (tengah) saat menyampaikan keterangan terkini soal aksi 21 dan 22 Mei - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal (tengah) saat menyampaikan keterangan terkini soal aksi 21 dan 22 Mei - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Mabes Polri memastikan perempuan bercadar yang mencoba menerobos masuk ke Gedung Bawaslu pada 22 Mei 2019 bukanlah bomber.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah massa aksi 22 Mei bubar, muncul seorang perempuan bercadar di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu. Perempuan berpakaian serba hitam dengan membawa ransel outdoor itu tampak seorang diri menghadapi aparat keamanan.

Beberapa petugas intel yang mengikuti perempuan itu sempat meminta awak media dan jajaran polisi menjaga jarak aman dari perempuan bercadar tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan bahwa wanita tersebut dipastikan tidak terkait dengan terorisme.

Perempuan bercadar dengan pakaian serba hitam yang mencoba menerobos ke Gedung Bawaslu/Bisnis-Aziz Rahadian

“Itu sudah dilakukan investigas dan fixed bukan bomber, tidak terafiliasi apa pun,” kata Iqbal di Gedung Kementerian Koornator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Iqbal menjelaskan bahwa wanita tersebut diduga stres. Tidak ada kabel dan barang seperti bom pipa seperti yang terfoto dan diduga polisi yang ada di lokasi.

“Ternyata selongsong gas air mata yang nyangkut di baju,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com di lokasi, wanita tersebut berceracau dengan narasi polisi dianggap penjahat dan mengaku berani menghadapi mereka. Tetapi, ceracaunya tak terdengar jelas, sebab semua orang menjaga jarak.

“Brimob mundur, jangan dekat-dekat kalian, jaga jarak. Ibu duduk! Ranselnya dilepas! Ranselnya dilepas, Bu!” teriak polisi dari pengeras suara.

Beruntung, aparat kepolisian sanggup meredakan kekhawatiran. Wanita bercadar ini berhasil ditenangkan oleh beberapa anggota Brimob bermotor, dan terbukti tak membawa bom ataupun barang berbahaya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi 22 Mei
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top