Turki Tangkap Ratusan Staf Kementerian Luar Negeri Terkait Kudeta

Pemerintah Turki memerintahkan penangkapan 249 staf kementerian luar negeri atas dugaan hubungan dengan jaringan yang dituduh mengatur merencanakan kudeta pada tahun 2016.
Turki Tangkap Ratusan Staf Kementerian Luar Negeri Terkait Kudeta Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Mei 2019 14:52 WIB
Turki Tangkap Ratusan Staf Kementerian Luar Negeri Terkait Kudeta
Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Turki memerintahkan penangkapan 249 staf kementerian luar negeri atas dugaan hubungan dengan jaringan yang dituduh mengatur merencanakan kudeta pada tahun 2016.

Seperti dilansir Reuters dari NTV, pihak berwenang telah melakukan operasi rutin terhadap para pengikut Fethullah Gulen, yang telah hidup dalam pengasingan di Pennsylvania sejak 1999, sejak upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 silam. Gulen menyangkal tuduhan bahwa ia menjadi dalang kudeta tersebut.

Kantor kepala jaksa penuntut Ankara mengatakan pihaknya memerintahkan penangkapan 249 staf kementerian luar negeri Turki setelah menemukan bahwa mereka telah melakukan penyimpangan dalam ujian masuk kementerian.

Dikatakan bahwa 78 tersangka telah ditahan sejauh ini dalam operasi di 43 provinsi dan polisi sedang mencari sisanya.

Lebih dari 77.000 orang telah dipenjara dan menunggu persidangan, sementara sekitar 150.000 pegawai negeri sipil, personel militer dan lainnya telah dipecat atau ditangguhkan dari pekerjaan mereka sebagai bagian dari pembersihan pasca-kudeta.

Kelompok-kelompok hak asasi dan sekutu Turki telah menyuarakan keprihatinan atas tindakan keras tersebut, dengan mengatakan Presiden Tayyip Erdogan telah menggunakan alasan pemberontakan yang gagal sebagai dasar untuk meredam perbedaan pendapat.

Sementara itu, pemerintah Turki mengatakan langkah-langkah keamanan diperlukan karena besarnya ancaman yang dihadapi negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
turki

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top