Trump Ingatkan China untuk Tidak Membalas Kenaikan Tarif

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan China untuk tidak membalas kenaikan tarif yang diberlakukan minggu lalu dan mengatakan bahwa mereka akan sangat dirugikan jika tidak membuat kesepakatan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Mei 2019 06:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan China untuk tidak membalas kenaikan tarif yang diberlakukan minggu lalu dan mengatakan bahwa mereka akan sangat dirugikan jika tidak membuat kesepakatan.

"Tidak ada alasan bagi konsumen AS untuk membayar Tarif yang mulai berlaku di China hari ini ... China seharusnya tidak membalas – ini hanya akan menjadi lebih buruk!" ungkap Trump dalam cuitannya di Twitter.

Trump menambahkan menambahkan bahwa tarif impor dapat dihindari jika produsen mengalihkan produksi dari China ke negara lain dan banyak perusahaan di China yang terkena tarif impor memindahkan produksinya ke negara lain di Asia seperti Vietnam.

Pekan lalu, Trump menaikkan tarif impor untuk barang asal China menjadi 25% dari 10% yang bernilai US$200 miliar. Dia juga memerintahkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk merancang dokumen yang memberlakukan tarif pada tambahan barang-barang China senilai $ 300 miliar yang akan secara efektif membebankan bea impor terhadap barang asal negara tersebut.

Merespon langkah tersebut, China mengatakan pada Senin (13/5) bahwa mereka akan menaikkan tarif impor sejumlah barang AS termasuk sayuran beku dan gas alam cair.

Dilansir Reuters, Kementerian Keuangan China mengatakan pihaknya berencana untuk menetapkan tarif impor mulai dari 5 persen hingga 25 persen pada 5.140 produk asal AS pada daftar target revisi US$60 miliar. Dikatakan tarif akan berlaku pada 1 Juni.

"Penyesuaian China pada tarif tambahan merupakan respons terhadap unilateralisme dan proteksionisme AS," ungkap Kementerian. "China berharap AS akan kembali ke jalur yang benar dari perdagangan bilateral dan konsultasi ekonomi serta bertemu dengan China untuk mencapai kesepakatan."

Trump terus menuduh Cina mengingkari perjanjian perdagangan kedua negara yang telah dinegosiasikan dan mengancam negara itu dengan kesulitan ekonomi jika perang perdagangan berlangsung berlarut-larut, dengan mengatakan banyak perusahaan akan meninggalkan China berbondong-bondong.

"Saya katakan secara terbuka kepada Presiden Xi & semua rekan saya di China bahwa China akan sangat terdampak jika mereka tidak membuat kesepakatan karena perusahaan akan dipaksa meninggalkan Cina ke negara lain. Terlalu mahal untuk membeli di China. China memiliki kesepakatan, hampir selesai, & Anda mundur!" ungkap Trump.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup