Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TKN : Demo di KPU-Bawaslu Ulah Setan Gundul?

Juru Bicara Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf Garda Maharsi percaya bahwa aksi demonstrasi yang dikerahkan pihak simpatisan paslon 02 Prabowo-Sandi ke KPU dan Bawaslu, bukanlah sikap resmi BPN Prabowo-Sandi.
Suasana di depan gedung Bawaslu Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (10/5/2019)/JIBI/Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso
Suasana di depan gedung Bawaslu Jl MH Thamrin Jakarta, Jumat (10/5/2019)/JIBI/Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf Garda Maharsi percaya bahwa aksi demonstrasi yang dikerahkan pihak simpatisan paslon 02 Prabowo-Sandi ke KPU dan Bawaslu, bukanlah sikap resmi BPN Prabowo-Sandi.

"Sepengetahuan saya, setelah berkorespondensi dengan sahabat-sahabat BPN 02, kok sepertinya arahnya BPN tetap berpegang pada amanat konstitusi. Ya, kalau ada protes melalui mekanisme hukum yang ada. Sikap itu menurut saya patut diapresiasi," ungkap Garda, Jumat (10/5/2019).

Garda melihat sebenarnya masih banyak elit dari internal BPN Prabowo-Sandi yang 'waras' dengan melawan sendiri gerakan-gerakan menggeruduk kantor penyelenggara Pemilu.

Oleh sebab itu, Garda melihat elemen simpatisan Prabowo-Sandi yang tengah berdemo di KPU dan Bawaslu ini mirip dengan wacana 'Setan Gundul' yang diungkap politisi Demokrat Andi Arief.

Sebelumnya, Andi dalam akun Twitter resminya, menyebut Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap 'Setan Gundul' yang memberi informasi sesat angka kemenangan 62 persen.

Bahkan, dalam cuitan beruntun tersebut, Andi menyebut sikap Partai Demokrat akan tegas keluar dari koalisi, apabila Prabowo lebih mendengarkan Setan Gundul dengan benar-benar serius menggalang people power berbasis hoaks kemenangan 62 persen.

"Makin hari justru makin kelihatan ya unsur 02 yang memang maunya suasana ribut ini terus terjadi," ujar politisi muda PDIP yang juga Kepala Sekretariat Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf ini.

"Jangan-jangan yang menggeruduk kantor penyelenggara Pemilu ini ysng disebut Andi Arief sebagai setan gundul? Pantas saja kok seperti dilawan sama internal BPN yang pemahaman demokrasinya sudah matang," tambahnya.

Maka, Garda mengimbau agar keributan pascapemilu ini tidak diteruskan. Sebab, langkah-langkah inkonstitusional dengan membawa-bawa Prabowo-Sandi akan menurunkan kredibilitas dan nama baik mereka di masa depan.

"Mari tempatkan sosok Prabowo sebagai tokoh bangsa dan penjaga demokrasi Indonesia. Caranya ya, dengan tidak menberi feeding politik yang justru akan memperkeruh suasana," jelas Garda.

"Baiknya didukung sih upaya Pak Prabowo untuk berjuang di jalur hukum sesuai proses tahapan Pemilu. Biar demokrasi kita ini bisa kita jaga bersama," tutupnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper