Antisipasi Penembakan Massal, Guru di Florida Boleh Bawa Senjata Api ke Kelas

Guru-guru di Florida, AS nantinya dipersilakan membawa senjata api ketika mengajar.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  17:04 WIB
Antisipasi Penembakan Massal, Guru di Florida Boleh Bawa Senjata Api ke Kelas
Suasana taman yang khusus dibuat untuk memperingati para korban penembakan massal di halaman luar SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, Sabtu (16/3/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA -- Negara bagian Florida di AS telah meloloskan peraturan yang mengizinkan guru membawa senjata api ketika mengajar.

Dilansir dari Reuters, Kamis (2/5/2019), DPR negara bagian Florida mengetok regulasi tersebut setelah digelar pemungutan suara, di mana 65 suara menyatakan setuju dan 47 lainnya menolak. Senat Florida sudah lebih dulu menyetujui aturan tersebut, dengan 22 suara berbanding 17 suara.

Dengan demikian, Gubernur Florida Ron DeSantis--yang berasal dari Partai Republik--diperkirakan bakal segera menandatangani beleid tersebut. Florida dikenal sebagai negara bagian yang cenderung ramah terhadap senjata api. 

Melalui aturan ini, sekolah-sekolah dibebaskan untuk membekali guru-gurunya dengan senjata api. Guru-guru itu harus lebih dulu lulus dari pelatihan khusus selama 144 jam.

Mengantisipasi aturan baru ini, sekolah-sekolah di 40 dari 67 distrik di Florida sudah mengikutsertakan stafnya atau berencana ikut dalam pelatihan khusus 144 jam itu.

Aturan ini dibuat setelah terjadi penembakan massal di SMA Marjorie Stoneman Douglas di Parkland, Florida pada Hari Valentine tahun lalu. Aksi yang dilakukan oleh seorang mantan siswa di sekolah itu menewaskan 17 orang dan melukai 17 lainnya.

Setelah penembakan massal ini, legislatif Florida langsung membuat regulasi yang mewajibkan sekolah memiliki setidaknya satu staf atau petugas keamanan di tiap kampus. Beleid itu juga menerapkan masa tunggu selama 3 hari bagi pembelian senjata api dan menaikkan batas umur pembelian senjata api dari 18 tahun menjadi 21 tahun.

Presiden AS Donald Trump dan National Rifle Association (NRA) telah berkali-kali menyampaikan bahwa jika ada guru yang memiliki senjata, maka peristiwa penembakan massal bisa dicegah.

Pihak oposisi menentang pendapat itu karena menilai langkah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Oposisi juga memperingatkan bahayanya jika guru salah menembak atau justru disangka sebagai si penembak oleh polisi dalam situasi krisis.

Aksi penembakan massal bukan hal yang jarang terjadi di AS, termasuk di sekolah. Beberapa peristiwa yang cukup dikenal di dunia internasional adalah penembakan di SMA Columbine pada 1999 dan SD Sandy Hook pada 2012.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, penembakan

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top