Mantan Sesmenpora Berhenti karena Tak Tahan Diminta Siapkan Rp5 Miliar oleh Menpora?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy mengatakan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga tak tahan dengan jabatannya lantaran diminta menyiapkan uang senilai Rp5 miliar oleh Imam Nahrawi.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 30 April 2019  |  01:51 WIB
Mantan Sesmenpora Berhenti karena Tak Tahan Diminta Siapkan Rp5 Miliar oleh Menpora?
Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy selaku terdakwa kasus korupsi dana hibah KONI menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Alfitra Salamm disebut-sebut tak tahan dengan jabatannya lantaran diminta menyiapkan uang senilai Rp5 miliar oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy, yang menjadi terdakwa dalam sidang lanjutan dugaan suap dana hibah KONI di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019) malam.

Awalnya, Jaksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menanyakan perihal kebenaran kedatangan Alfitra ke Hamidy dalam keadaan menangis. Mendengar pertanyaan itu, Hamidy membenarkannya.

"Iya [menangis], katanya sudah enggak tahan jadi Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), dia sama istrinya datang," ujarnya.

Alfitra tak lagi menjabat sebagai Sesmenpora di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sejak 2016. Dia disebut diberhentikan oleh Kemenpora.

Sesuai penuturan Alfitra, Hamidy menuturkan bahwa Alfitra tak kuasa lagi karena harus menyiapkan uang senilai Rp5 miliar untuk Kemenpora.

"Yang menyampaikan menyiapkan siapa?" tanya jaksa.

"Pak Menteri [Imam Nahrawi]," jawab Hamidy.

Kemudian, jaksa bertanya apakah benar apabila tak menyiapkan uang Rp5 miliar maka akan dicopot sebagai Sesmenpora.

"Iya diganti. Saya enggak bisa komentar karena saya bukan pegawai negeri tapi swasta, jadi saya enggak bisa komentar," ucap Hamidy.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penggunaan anggaran di Kemenpora pada 2015 adalah opini Tak Memberikan Pendapat (TMP) alias disclaimer dalam pengelolaan keuangan di kementerian pimpinan Imam Nahrawi itu. Terdapat 15 dari 31 temuan BPK yang diindikasikan merugikan keuangan negara.

Terkait hal ini, Alfitra disebut-sebut bukan mengundurkan diri melainkan diberhentikan sebelum adanya pernyataan mundur sebagai Sesmenpora.

Adapun Ending didakwa memberikan suap Rp400 juta kepada Deputi IV Kemenpora Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. Pemberian suap ditujukan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora senilai Rp30 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menpora, korupsi dana hibah

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top