Menko Polhukam: Petugas Pemilu Meninggal Dunia Mencapai 139 Orang

“Sampai saat ini [Pemilu 2019] menimbulkan korban sebanyak 139 orang yang meninggal dalam tugas. Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar,” ujar Wiranto.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 24 April 2019  |  16:21 WIB
Menko Polhukam: Petugas Pemilu Meninggal Dunia Mencapai 139 Orang
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019). - ANTARA/Renald Ghifari

 Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah penyelenggara pemilu yang meninggal saat menjalankan tugas di hari pemungutan suara pada 17 April lalu disebut sudah mencapai 139 orang. Jumlah itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Rabu (24/4/2019).

Menurut Wiranto, apresiasi harus diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan petugas keamanan karena upaya mereka menyelenggarakan pemilu dengan baik dan aman. Karena itu, dia menyebut tidak tepat jika ada tuduhan bahwa KPU dan Bawaslu tidak bekerja dengan benar dan berbuat curang pada pemilu kali ini.

“Sampai saat ini [Pemilu 2019] menimbulkan korban sebanyak 139 orang yang meninggal dalam tugas. Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar,” ujar Wiranto di kantornya.

Jumlah petugas pemilu yang disebut Wiranto meninggal dunia lebih tinggi dibanding data terbaru KPU RI. Sebelumnya, Komisioner KPU RI Viryan menyebut jumlah petugas pemilu yang meninggal hingga Selasa (23/4) sore pukul 19.30 WIB mencapai 119 orang.

Selain petugas yang meninggal, ada juga 548 orang jatuh sakit. KPU RI meminta negara memberi santunan kepada para penyelenggara yang meninggal atau sakit.

“Kami apresiasi sudah ada beberapa pemprov yang akan berikan santunan," kata Viryan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengatakan, santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dapat diakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa. Akan tetapi, Kemenkeu akan melihat berapa kebutuhan dan nilai santunan yang hendak diberikan sesuai peraturan perundang-undangan.

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting mengatakan, banyaknya petugas pemilu yang sakit serta meninggal dunia diduga lantaran mereka terlalu berdedikasi saat bertugas pada 17 April lalu. Karena terlampau berdedikasi, banyak petugas pemilu yang akhirnya memilih bertugas sejak persiapan hingga pascapemungutan suara berlangsung.

“Kami sangat hargai dedikasi tinggi para penyelenggara yang sampai mengabaikan kesehatannya untuk mensukseskan pemilu. Ini tentu apresiasi yang sangat tinggi ya kepada teman-teman yang sampai berkorban nyawa dan kesehatan untuk memastikan semua proses berjalan baik dan benar,” ujar Evi di Kantor KPU RI, Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top