Merkel Ultimatum Netanyahu, Israel Harus Rundingkan Penyelesaian Dua-Negara dengan Palestina

Jerman memilih jalan berbeda dengan Amerika Serikat. Di saat Trump membicarakan soal otonomi, Merkel menegaskan bahwa Jerman memandang penting pembicaraan dua negara antara Israel dan Palestina.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2019  |  08:56 WIB
Merkel Ultimatum Netanyahu, Israel Harus Rundingkan Penyelesaian Dua-Negara dengan Palestina
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters

Bisnis.com, BERLIN - Jerman memberikan sinyal tegas terkait penyelesaian konflik Israel dan Palestina.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah menegaskan kembali komitmen Jerman, bagi "penyelesaian dua-negara" Palestina-Israel, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (15/4/2019).

"Kanselir telah menggarisbawahi kepentingan yang berlanjut mengenai penyelesaian dua-negara, yang dapat dicapai melalui perundingan antara kedua pihak," kata Juru Bicara Merkel, Steffen Seibert, di dalam satu pernyataan sebagaimana dilaporkan Antara, Selasa (16/4/2019).

"[Penyelesaian dua-negara] ini harus tetap menjadi sasaran upaya internasional," tegas Merkel seperti disampaikan Seibert.

Pernyataan keras Merkel untuk mendukung penyelesaian dua-negara dikeluarkan di tengah laporan media bahwa rencana perdamaian Timur Tengah Presiden AS Donald Trump tampaknya tak sampai pada pewujudan negara Palestina secara penuh.

Washington Post melaporkan pada Minggu bahwa rencana Trump diperkirakan menyarankan "otonomi" Palestina dan bukan "kedaulatan".

Pada Senin, kalangan mantan politisi Eropa mengecam Trump karena melanjutkan kebijakan "satu-pihak" dalam konflik Palestina-Israel.

"Eropa mesti menolak setiap rencana yang tidak menciptakan Negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, dengan Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota kedua negara itu," kata mereka di dalam surat kepada pemerintah Eropa dan Uni Eropa serta harian Inggris, The Guardian.

Surat tersebut ditandatangani oleh lebih dari 30 mantan menteri luar negeri dan perdana menteri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel, Angela Merkel

Sumber : Antara/Anadolu Agency

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top