Wapres Jusuf Kalla : Menang Kalah Pemilu Tidak Penting, Selama Tujuannya Memakmurkan Bangsa

Tujuan digelarnya Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan. Sehingga proses Pemilu dilihat sebagai upaya mencapai tujuan yakni kesatuan dan bagaimana memakmurkan bangsa ini.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 08 April 2019  |  11:04 WIB
Wapres Jusuf Kalla : Menang Kalah Pemilu Tidak Penting, Selama Tujuannya Memakmurkan Bangsa
Jusuf Kalla - Bisnis/Choirul Anam

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan pemimpin terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang mampu membawa Indonesia tetap aman, menjadikan Indonesia maju, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Wapres Kalla, tujuan digelarnya Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan. Sehingga proses Pemilu dilihat sebagai upaya mencapai tujuan yakni kesatuan dan bagaimana memakmurkan bangsa ini.

"Dalam Pemilu hasil menang atau kalah tidaklah penting. Yang penting adalah bagaimana memberikan yang terbaik untuk bangsa ini ke depannya," kata Jusuf Kalla dikutip dari keterangan resmi saat menghadiri Puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Nasional Tahun Baru Saka 1941 Denpasar, Bali, Sabtu (6/4/2019) malam.

Menutur Wapres, Pemilu merupakan momentum evaluasi seperti halnya perayaan Nyepi. “Acara ini mempunyai makna yang sama dengan Hari Suci Nyepi. Kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama 5 tahun,” kata JK.

Untuk itu pemeluk Hindu dan seluruh masyarakat di tanah air dihimbau untuk menggunakan hak pilihnya.

“Karena seperti disampaikan tadi, [Pemilu] merupakan juga pensucian diri dan juga peningkatan tentang bagaimana bangsa ini maju,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Dharmasanti Nasional Perayaan Hari suci Nyepi tahun Saka 1941 Samudra Gina Antara melaporkan rangkaian acara Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941.

"Panitia Nasional melaksanakan empat kelompok kegiatan, yaitu sosial, intelektual, ritual, dan seremonial," katanya.

Dalam agenda bhakti sosial dilakukan dalam bentuk pengobatan gratis, pembagian sembako, penanaman pohon, donor darah.

"Khusus untuk di Jakarta panitia bekerja sama dengan Kemenkes telah melaksanakan penilaian PHBS [perilaku hidup bersih dan sehat], penerapan yoga di 27 Pura yang ada di Jakarta dan sekitarnya," katanya.

Ketua Umum Pengurus Harian Pusat Parisada Hindu, Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menyebutkan pengangkatan tema perayaan tahun ini sejalan dengan tanggung jawab umat Hindu dalam melaksanakan dharma negara demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta menjunjung dan menghormati sasanti Bhinneka Tunggal Ika

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top