Rommy Ditangkap KPK, Mahfud MD: Semua Hanya Masalah Waktu

Siapa sangka, ternyata sindiran tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy alias Rommy dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK telah diungkap Mahfud MD sejak Agustus 2018.
Aziz Rahardyan | 15 Maret 2019 17:30 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan saat akan meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA — Siapa sangka, ternyata sindiran tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy alias Rommy dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK telah diungkap sejak Agustus 2018.

SIMAK : Romahurmuziy Ditangkap, 2 Ketua Umum PPP Ditangkap Jelang Pilpres

Dialah Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD, yang sedikit menyindir Rommy dalam cerita detik-detik terakhir ketika gagal menjadi cawapres Joko Widodo di acara Indonesia Lawyers Club tvOne.

Kini, pria yang akrab disapa prof Mahfud ini kembali mengungkapkan sindiran tersebut di akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Jumat (15/3/2019).

"As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!" tulis Mahfud sembari membagikan tautan berita penangkapan Rommy. 

SIMAK:  KPK Tangkap Romahurmuziy, Uangnya Tak Banyak tapi Bukan yang Pertama

Jika diartikan, bunyi cuitan Mahfud adalah "Seperti saya katakan malam itu di Hotel Dharmawangsa: semuanya hanya masalah waktu."

Selanjutnya Mahfud juga menuliskan tentang peran KPK yang independen. "Sdh sy bilang, @KPK_RI itu independen, tak bisa dihalangi atau disuruh oleh siapa pun utk menangkap koruptor. Dari kubu mana pun ada wakilnya di tahanan KPK. Tak ada partai yg dianakemaskan atau dianaktirikan. Anda yg cinta kebaikan utk masa depan negara layak mendukung @KPK_RI," lanjutnya.

BACA : KPK Sudah Tetapkan Status Hukum Ketum PPP Rommy

Cuitan ini seakan menegaskan pernyataannya ketika itu. Dalam ceritanya, Mahfud sebelumnya merasa kesal terhadap Rommy akibat menyebutnya ingin menjadi cawapres ke awak media. Padahal, justru sebelumnya Rommy yang mengabarkan bahwa Jokowi ingin Mahfud menjadi cawapresnya.

"Mas, Anda ini kok ngomongnya beda waktu ketemu saya, jangan main-mainlah. Dulu Setya Novanto punya kasus korupsi lalu dia senyum-senyum saja, aman dan dia bilang dilindungi oleh presiden. Lalu saya bilang ke presiden melalui Pak Pratikno apa betul melindungi Setya Novanto, Pratikno bilang Presiden netral dalam kasus hukum. Saya buru Novanto dan akhirnya masuk bui. Makanya saya bilang jangan main-main," ucap Mahfud ketika itu.

Bahkan, masih dalam video tersebut, Mahfud bercerita bahwa catatan korupsi kader-kader NU pun telah dirinya ketahui bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.

"Karena saya tahu semua catatan-catatan calon itu. Tahu. Tapi saya ini bergurau aja," lanjutnya.

Sementara itu, netizen justru menanggapi cuitan Mahfud dengan antusias, bahkan lucu. Dari yang menganggap Mahfud sebagai cenayang serba tahu, menganggap Rommy kualat, sampai mendukungnya menjadi Presiden.

Cetiopoa78 @setyo1978 Monggo sekarang di cermati ngendikani prof Mahfud..disitu banyak sekali clue clue-nya kalo kita benar benar teliti

ALONE @mizabudin Kualat sama pak @mohmahfudmd

Cemy QC @cemynotes Udah diingatin sama prof jangan main-main, masih main jg.. nyungsep dah..

Adhi Eko AS @AdhiEkoAS Kasih kisi kisi lagi donk Prof @mohmahfudmd mungkin ada lagi.. :))

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk, romahurmuziy, OTT KPK

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top