Presiden Jokowi Ajak Ulama Jaga Persaudaraan Bangsa

Presiden Joko Widodo mengajak para ulama untuk menyampaikan ke masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  20:57 WIB
Presiden Jokowi Ajak Ulama Jaga Persaudaraan Bangsa
Presiden Joko WIdodo (tengah) berjalan bersama sejumlah ulama saat acara silaturahmi Halaqah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak para ulama untuk menyampaikan ke masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah.

Seperti dikutip dari laman Kemenag, Presiden Jokowi mengajak ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan atau  ukhwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

"Akan sangat rugi besar, gara-gara pilihan politik setiap 5 tahun, kemudian mengorbankan ukhuwah kita. Apalagi saat ini ditambah dengan ghibah, hoaks, fitnah yang bisa meresahkan dan memecah masyarakat. Jangan dianggap ini hal yang ringan, ini hal berat bagi utuhnya NKRI,” ucap Presiden saat bertemu dengan para ulama dan kiai yang berasal dari Jawa Barat di Istana Negara Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Presiden mengaku, setiap bertemu para ulama atau kiai, dirinya merasa damai dan tenang. Karena menurutnya,  ulama selalu memberikan nasihat kepada dirinya sebagai seorang muslim dan sebagai umaro terutama untuk kesejahteraan umat.

Jokowi mengatakan, bangsa ini bangsa besar,  tentu tantangannya juga banyak dan besar, dan tidak mungkin tantangan itu diselesaikan dalam waktu sehari, dua hari, sebulan, setahun atau dua  tahun.

Menurutnya, persoalan yang ada dari Sabang sampai Merauke, di setiap provinsi berbeda keinginan dan kebutuhan, juga hambatan dan rintangannya, karena negara ini negara besar dengan penduduk sudah mencapai  269 juta jiwa.

"Ini kita patut syukuri, karena SDM dari sisi ekonomi dipandang sebagai kekuatan kalau dikelola dan ditingkatkan kualitas SDM itu," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top