Foto Pribadinya Diancam Disebarkan, Bos Amazon Jeff Bezos Buka-bukaan Telah Diperas

Bos Amazon Jeff Bezos mengungkapkan dia diperas oleh American Media Inc (AMI), yang mengancam akan mempublikasikan foto-foto serta pesan singkat antara dirinya dengan Lauren Sanchez.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  10:33 WIB
Foto Pribadinya Diancam Disebarkan, Bos Amazon Jeff Bezos Buka-bukaan Telah Diperas
Presiden dan CEO Amazon, sekaligus pemilik The Washington Post, Jeff Bezos berbicara di acara Milestone Celebration Dinner yang digelar Economic Club of Washington DC di Washington, AS, Kamis (13/9). - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA -- Bos Amazon Jeff Bezos membuat pengumuman yang mengejutkan, bahwa dirinya diperas oleh sebuah perusahaan media.

Dalam blog-nya, yang diunggah pada Kamis (7/2/2019) waktu AS, Bezos mengungkapkan dia diperas oleh American Media Inc (AMI) yang mengancam akan mempublikasikan foto-foto serta pesan singkat antara dirinya dengan Lauren Sanchez. AMI adalah induk dari tabloid National Enquirer, sedangkan Sanchez disebut-sebut sebagai kekasih Bezos.

Bulan lalu, Bezos dan istrinya, MacKenzie, mengumumkan perceraian mereka setelah menikah selama 25 tahun. Reuters melansir bahwa pada hari yang sama dengan pengumuman perceraian itu, National Enquirer menyatakan akan merilis pesan teks pribadi antara Bezos dan Sanchez.

Bezos mengatakan setelah pesan pribadinya ditayangkan oleh National Enquirer, dia langsung menyewa jasa penyelidik pribadi untuk mengetahui bagaimana pesan-pesan tersebut bisa diperoleh oleh tabloid itu dan apa motif di baliknya.

Bezos menyewa jasa Gavin de Becker, ahli keamanan publik dan mantan staf Presiden AS Ronald Reagan. De Becker kemudian menyampaikan ke media bahwa kebocoran itu dilandasi motif politik, yang menurut Bezos, melibatkan AMI.

"Dalam surat dari AMI yang saya publikasikan, Anda akan melihat detail proposal pemerasan mereka. Mereka akan mempublikasikan foto pribadi tersebut kecuali Gavin de Becker dan saya membuat pernyataan palsu kepada media bahwa kami tidak memiliki pengetahuan atau dasar apapun untuk mengindikasikan bahwa peliputan AMI memiliki motif politik atau dipengaruhi oleh pergerakan politik tertentu," jelas Bezos.

Namun, alih-alih tunduk pada permintaan itu, dia memilih mempublikasikan sejumlah surat elektronik dari pihak AMI yang menunjukkan adanya pemerasan.

Selain itu, orang terkaya di dunia ini juga mengindikasikan bahwa pemerasan yang diterimanya memiliki kaitan dengan kepemilikannya di Washington Post. Menurut Bezos, dengan berbagai peliputan yang dilakukan oleh salah satu surat kabar terbesar AS itu, tak terelakkan jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu dan turut menjadikan Bezos sebagai musuh.

Dia menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai salah satunya. Bezos memaparkan bahwa Trump tak menyukainya Washington Post, yang dapat dilihat dari berbagai cuitannya.

Washington Post juga adalah tempat kerja jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh di Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Turki pada akhir tahun lalu.

AMI dipimpin oleh David Pecker, yang dikenal dekat dengan Trump sejak lama. Bezos memaparkan AMI telah menjalin kesepakatan imunitas dengan Departemen Kehakiman AS terkait peran mereka dalam penyelidikan yang berhubungan dengan kampanye Trump.

The Guardian melaporkan pada Desember 2018, AMI diberi imunitas karena bersedia bekerja sama dengan penyelidikan terkait kampanye Trump dan pembayaran uang tutup mulut kepada seorang model Playboy.

AMI mengakui berkoordinasi dengan tim kampanye Trump untuk menangkap dan menghabisi kisah Karen McDougal, seorang model yang diduga menjalin hubungan intim dengan Trump. AMI juga mengakui telah bekerja sama dengan tim kampanye tersebut untuk membayar US$150.000 kepada McDougal untuk kisahnya dan kemudian menutupinya.

Terkait hal ini, AMI belum memberikan komentarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jeff bezos, Donald Trump

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top