Hadapi Robot dan Kecerdasan Buatan, Revolusi Industri 4.0 Butuh Mahasiswa Adaptif

Revolusi industri 4.0 membutuhkan mahasiswa adaptif, terutama terhadap kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi, terutama lulusan politeknik.
Denis Riantiza Meilanova | 10 Januari 2019 20:45 WIB
Kecerdasan buatan akan cepat menjadi faktor efisiensi - PSA

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong mahasiswa untuk dididik pengetahuan dan keterampilan yang belum bisa dilakukan oleh mesin atau kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dia menyampaikan revolusi industri 4.0 membutuhkan mahasiswa adaptif, terutama terhadap kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi, terutama lulusan politeknik.

"Otomatisasi, globalisasi, dan peningkatan keterampilan telah mendorong restrukturisasi ekonomi besar-besaran. Kalau kita ikuti pendidikan yang dikembangkan oleh Amerika, yaitu di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mahasiswa harus dididik pada hal-hal yang mesin tidak bisa lakukan," ujar Nasir dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (10/1/2019).

Nasir menambahkan, mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus, namun juga perlu menggali dan mempelajari kompetensi lainnya dari berbagai sumber untuk meningkatkan kreativitasnya.

"Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang diajarkan di bangku kuliah saja, tapi bagaimana mahasiswa menjadi kreatif, inovatif. Ada beberapa literasi yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi bahasa dan literasi manusia," ungkap Nasir.

Nasir juga mendorong dosen politeknik tidak hanya mengajarkan ilmu atau kompetensi kepada mahasiswa, tapi juga memberi pengalaman dan pandangan inovatif sehingga mahasiswa dapat adaptif saat bekerja.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top