Australia Pertimbangkan Beri Suaka Gadis Muda Saudi yang Lari ke Thailand

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Kamis (10/1/2019), berada di Bangkok setelah Canberra mengatakan akan mempertimbangkan pemberian suaka bagi perempuan Saudi berusia 18 tahun yang melarikan diri ke Thailand.
Newswire | 10 Januari 2019 15:43 WIB
Rahaf Mohammed al-Qunun - Twitter/@rahaf84427714/REUTERS

Bisnis.com, BANGKOK - Canberra sedang mempertimbangkan untuk memberi suaka gadis muda Arab Saudi yang melarikan diri ke Thailand.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Kamis (10/1/2019), berada di Bangkok setelah Canberra mengatakan akan mempertimbangkan pemberian suaka bagi perempuan Saudi berusia 18 tahun yang melarikan diri ke Thailand.

Gadis Saudi itu mengatakan khawatir keluaganya, yang dia tuding melakukan aksi kekerasan, akan membunuh dirinya.

Payne juga diperkirakan akan mendiskusikan kasus pesepak bola Bahrain dengan status suaka yang dipenjara di Thailand dan saat ini menghadapi ekstradisi ke Bahrain.

Remaja Saudi bernama Rahaf Mohammed al-Qunun saat ini tinggal di hotel Bangkok di bawah perawatan badan pengungsian PBB (UNHCR), yang tengah memproses permohonannya untuk mendapatkan status pengungsi sebelum kemungkinan pemukimannya di Australia.

Dia menolak bertemu dengan ayah dan saudara laki-lakinya, yang pada pekan ini tiba di Bangkok untuk mencoba membujuknya kembali ke Arab Saudi. Kedua pria itu membantah tuduhan bahwa keluarga menyiksa Qunun secara fisik dan emosional, ungkap otoritas Thailand.

Qunun awalnya dilarang masuk ke Thailand ketika dia tiba di bandara Suvarnabhumi Bangkok pada Sabtu, dengan niat akan melanjutkan penerbangan menuju Australia untuk mencari suaka.

Perempuan itu kemudian diizinkan masuk Bangkok pada Senin malam oleh otoritas Thailand setelah bersitegang selama 48 jam karena dia menolak menaiki penerbangan ke Arab Saudi dan melindungi diri di dalam ruang hotel bandara. Isu soal Qunun tersebut menarik perhatian dunia setelah tersebar luas di media sosial.

Kunjungan Payne juga akan menggarisbawahi kasus pengungsi lain, yang melibatkan seorang pesepak bola asal Bahrain bernama Hakeem Al-Araibi, yang memiliki status pengungsi di Australia tetapi ditangkap di bandara Bangkok pada tahun lalu, setelah tiba untuk berbulan madu.

Al-Araibi saat ini ditahan di penjara Thailand sembari menunggu hasil proses ekstradisi ke Bahrain, tempat dia sebelumnya didakwa dan dicari oleh pihak berwenang.

Payne mengatakan dalam pernyataannya bahwa dia akan mendiskusikan kasus Al-Araibi tersebut dengan pemerintah Thailand guna mencari cara untuk memulangkannya dengan aman ke Australia.

Badan pengelola sepak bola dunia FIFA mengatakan Al-Araibi harus dibebaskan dan diizinkan kembali ke Australia, tempatnya merumput di klub sepak bola Melbourne, Pascoe Vale, yang berada di divisi kedua Liga Australia.

Sejumlah aktivis meminta otoritas Thailand untuk "menunjukkan rasa kemanusiaan" terhadap Al-Araibi dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap Qunun.

Payne akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kehakiman Prajin Juntong serta menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai, sebagai bagian dari kunjungan resmi pertamanya ke Thailand sebagai menteri luar negeri.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : arab saudi, thailand, australia
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top