Tangkal Separatisme Papua, Indonesia Pererat Gandeng Melanesia

Menlu Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia akan memperkuat hubungan dengan negara-negara Melanesia sebagai upaya untuk menangkal pengaruh kelompok separatisme.
Iim Fathimah Timorria | 09 Januari 2019 21:44 WIB
Ilustrasi warga Kota Jayapura, Provinsi Papua, menyanyikan lagu gereja dalam satu kegiatan. - Reuters/Oka Barta Daud

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia akan memperkuat hubungan dengan negara-negara Melanesia sebagai upaya untuk menangkal pengaruh kelompok separatisme.

Penguatan hubungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kerja sama yang terus dikembangkan kedua pihak.

"Kekerabatan dengan Melanesia akan terus diperkuat bukan saja di antara provinsi-provinsi di bagian timur Indonesia, melainkan juga dengan negara-negara Pasifik Selatan," kata Retno dalam pidato yang ia sampaikan pada Pernyataan Pers Tahunan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Sejumlah negara Melanesia di Pasifik Selatan merupakan pendukung kemerdekaan Papua. Pada 2017, para pemimpin negara Melanesia sempat menuding Dewan HAM PBB sengaja mengabaikan aksi kekerasan yang mereka sebut dilakukan Indonesia di Papua.

Mereka juga secara aktif mendesak dunia internasional untuk mendukung kampanye kemerdekaan kawasan tersebut dari wilayah NKRI di antaranya Vanuatu yang pernah meminta Dewan HAM PBB menyelidik pelanggaran HAM di Papua.

Menanggapi munculnya konfrontasi dari kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua yang terjadi baru-baru ini, Retno kembali menegaskan bahwa masalah kedaulatan Indonesia tidak bisa diusik. Gangguan terhadap kedaulatan Indonesia akan disikapi secara tegas.

"Indonesia tidak akan mundur satu inci pun dalam mempertahankan kedaulatan. Indonesia tidak akan mundur satu inhi pun," tegas Retno.

Menlu mengungkapkan bahwa kekerasan yang dilakukan kelompok separatisme terhadap sipil di Nduga pada Desember lalu adalah aksi yang harus ditindak dan dikutuk. Indonesia tidak akan menyurutkan komitmen dalam menyejahterakan masyarakat Papua meski mendapat gangguan semacam itu.

Kendati terdapat negara Melanesia yang justru mendukung gerakan separatisme di Papua, Retno menjelaskan bahwa diplomasi Indonesia sudah diarahkan ke negara-negara di Pasifik Selatan.

"Diplomasi Indonesia sangat aktif dalam 4 tahun ini di Pasifik Selatan. Berbagai kerja sama dikembangkan, termasuk kerja sama pembangunan; pembangunan kapasitas; kerja sama maritim, perubahan iklim, dan penanggulangan bencana," katanya menjelaskan komitmen Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara Melanesia.

Selama kepemimpinan Joko Widodo, Indonesia telah menerima kunjungan dari kunjungan kenegaraan dari kepala negara kawasan Pasifik, seperti Nauru, Palau, Federasi Mikronesia, dan Kepulauan Solomon.

Tag : papua, kemenlu, Melanesia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top